Sabtu, 26 Januari 2013

Cara Mengawetkan Bambu


Salah satu kelemahan bambu adalah dimakan serangga bubuk dan jenis serangga lain, hal tersebut biasa karena memang berasal dari bahan biologis maka terjadi penurunan kualitas bahan, perubahan warna, dan daya tahan yang sangat pendek bila tidak ada cara utnuk mengawetkan bambu tersebut. Daya tahan di Indonesia bila tidak ada treatment maka hanya bertahan 6 bulan sampai 2 tahun saja.
Metode pengawetan ini mengunakan campuran antara Borax dan Boric, kemudian dilarutkan kedalam cairan dengan perbandingan 3:2, dengan konsentrasi maksimum 5 % , dan di campur dengan air kurang lebih 20 liter banyaknya serta pewarna makanan untuk mengetahui perjalanan pengawet biasaya mengunakan warna yang kontras.
Pada cara ini, batang bambu yang habis panen, di potong pada bagian atas sepanjang 20 cm – 30 cm dari ruas paling atas, sebelumnya bambu di potong dengan panjang 6-7 meter, kemudian bagian atas yang 20 cm tersebut dirusak dengan cara di tatah pada daging bambu bagian dalam sampai satu lingkaran penuh, jangan sampai pecah, karena kalau pecah maka larutanya tidak akan tertampung sempurna. Perlakuan tersebut untuk semua bambu yang akan diawetkan. Kemudian bambu di sandarkan pada tower yang tersedia sampai seluruh bambu dapat tertampung, kapasitas yang ada sekarang baru untuk mengawetkan bambu sebanyak 300 batang saja.
Bambu tersebut di sandarkan di tower yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung pada bagian atasnya. Setelah semua disandarkan maka proses selanjutnya adalah dengan mengisi bagian bambu sebanyak ½ liter ataupun sesuai dengan kapasitas dari potongan bambu yang ada. Dan tiap hari dilakukan pengecekan dan penambahan cairan sesuai dengan ukuran yang ada,jangan lupa untuk dicatat berapa tambahan cairan yang ada. Kegiatan tersebut dilakukan sampai hari ke empat atau ke enam. Setelah hari ke enam dichek perjalana cairan pengawet sampai ruas mana dengan cara di lubangi ataupun di potong pada bagian bawah bambu. Tetapi kalau sudah sampai maka bambu bisa di keringkan cairan pengawet pada bagian atas dengan cara ditampung di tempat penampungan, dan dapat digunakan lagi. Setelah hari ke 13 belas maka cairan keseluruhanya diharapkan sampai kebawah dan dapat dikeringkan dari 2 sampai 4 hari tergantung lembabnya. Ataupun masuk oven bambu.
Setelah dikeringkan maka bambu tersebut dapat digunakan untuk keperluan kerajinan mebel bambu ataupun untuk usaha lain. Dengan harapan dapat meningkatkan pendapatan dan daya jual produk yang ada bagi para pengrajin mebel bambu.
Boraks
Boraks (Borax) adalah bahan untuk memadamkan api, obat pembasmi serangga, perawatan untuk rambut kuda, campuran kaca dan bahan deterjen, dan berbagai produk lainnya. Di Amerika Serikat bahan ini dilarang digunakan sebagai pencampur makanan, tetapi tidak demikian di beberapa negara-negara lainnya.
Boraks sering digunakan sebagai bahan pengawet di dalam caviar (telur ikan), dan di beberapa negara Asia dapat ditemukan di dalam mi, daging bakso, dan nasi. Boraks yang diberi kode E Nomor E285 mempunyai efek keracunan yang serius pada manusia (terutama pada bagian testes).
Asam Borat (Boric Acid) dan senyawanya
Penggunaan untuk solder, bahan pembersih, pengawet kayu, antiseptik kayu, pengontrol kecoa.
Efek negtif :
Pemakaian sedikit dan lama akan terjadi kumulatip pada oktak, hati, lemak dan ginjal. Untuk pemekaian jumlah banyak mnyebabkan demam , anuria, merangsang SPP, depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusakan ginjal, pingsan, koma bahkan kematian.

0 komentar:

Poskan Komentar

AGEN PENDAFTARAN KULIAH S1 DAN S2 MUDAH DAN MURAH SERTA JASA KONSULTASI DAN KETIK SKRIPSI TESIS DAN LAPORAN PKL SISWA HUB SIMBAH WURI http://raraswurimiswandaru.blogspot.com
Ingin widget ini?