SELAMAT DATANG DI PEMUDA PAKARTI`S BLOG

Blog Informasi dan Pendidikan bagi Pemuda dan Remaja baik bagi Anggota dan Umum untuk Bangun Bangsa Dan Negara.

SELAMAT DATANG DI BLOG PEMUDA PAKARTI

PEMUDA PAKARTI ada untuk dapat berbuat sesuatu untuk lingkungan dan pendidikan.

ISTIQOMAH DALAM PERJUANGAN

Walau Keberadaan kami banyak yang tidak suka karena IRI dengan kemajuan dan perkembangannya namun kami tetap Tegar.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Alat Peraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alat Peraga. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 November 2013

skema lampu led berjalan tapi berhenti 3 detik

skema lampu led berjalan tapi berhenti 3 detik


 maksudnya? WOOW...WOOOW  jangan bingung dengan kata kata saya. maksud dari kata-kata diatas adalah lampu led berjalan yang nyalanya berulang kali tapi dalam 3 detik. masih bingung dengan kata2 saya? wooow jangan khawatir liat lebih lanjut skema dibawah ini:

Perhatikan penundaan dihasilkan oleh 100u dan 10k menghasilkan 3 detik oleh transistor menghambat 555(mengambil pin 6 LOW).

Sensor Pendeteksi Api (UVtron)

Sensor Pendeteksi Api (UVtron)

UVTron atau Hamamatsu R2868 Flame (UV) Detector adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan api bahkan rokok yang sedang terbakar. Sensor ini sangat tepat digunakan untuk mendeteksi adanya percikan api, lilin dan sesuatu yang terbakar sampai dengan radius 5 meter. Karena aplikasinya yang sederhana dan mudah maka sensor ini sering dipakai untuk mendeteksi keberadaan lilin pada Fire Fighting Robot.  Modul ini diprioritaskan untuk menjelaskan pemakaian UVTron pada robot.

UVTron hanya sebuah sensor berbentuk tabung yang terdiri dari dua kaki (bulb) anode dan katode. Untuk dapat menggunakannya, dibutuhkan driver UVTron yaitu UVTron C3704Driving Circuit. Biasanya antara sensor dan driver dapat dibeli terpisah.
Pemasangan Sensor dan Driver
Kaki-kaki UVTron harus terhubung pada driver-nya, dapat disolder langsung, memakai header, ataupun diperpanjang. Perlu diperhatikan, pilihan-pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, untuk itu harus disesuiakan dengan kebutuhan. Secara teori, pemasangan yang paling efektif adalah langsung disolder karena tidak ada rugi-rugi oleh kabel ekstensi ataupun header (yang cukup berpengaruh pada akuisisi data oleh driver). Akan tetapi, secara aplikasi pilihan pemasangan langsung kurang tepat karena sulit dalam pemasangannya pada robot. Karena biasanya sensor harus diletakkan sedemikian rupa sehingga paling mudah mendeteksi api, sedangkan driver diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak terlalu terlihat ataupun tergabung dengan driver-driver robot lainnya. Perpanjangan kabel yang direkomendasikan adalah tidak lebih dari 5 cm.
Untuk pemasangan, sambungkan kutub katode sensor (kaki yang lebih pendek) pada lubang di driver yang ditandai dengan huruf “K”. Sementara itu sambungkan kutub anode sensor (kaki yang lebih panjang) pada lubang di driver yang ditandai dengan huruf “A”. Hati-hati dalam menyolder karena driver sangat rentan.
Input Tegangan


Gambar 1. Pin I/O dan regulator driver
Pada driver sudah terdapat regulator 7805 sehingga jika kita memiliki sumber tegangan 10-30Vdc kita cukup menghubungkannya dengan pin “–“ untuk ground dan pin “+” untuk tegangan 10-30 Vdc.
Ada kalanya kita tidak membutuhkan regulator yang terdapat pada driver karena sumber tegangan yang kita miliki sudah 5Vdc teregulasi, untuk itu kita harus menghubungkan tegangan 5Vdc teregulasi tersebut dengan kutub “O” yang paling kanan pada IC 7805 atau dengan men-jumper kutub “+” dengan kutub “O”, tidak masalah dengan IC-nya. Garis IC yang putus-putus menandakan jika kita tidak ingin memakai regulator di driver.
Mendapatkan Output
Sensor UVTron tidak membutuhkan sinyal input, sensor ini langsung mengeluarkan output jika dideteksi keberadaan api. Pada gambar 1 terdapat pin dengan kode “1”, “2”, dan “3”. Pin-pin tersebut adalah pin untuk memperoleh output.
Pin “1” : Output CMOS active high, akan memberikan tegangan 5V jika terdeteksi adanya api
Pin “2” : Output CMOS active low, merupakan pin “1” yang terinvert
Pin “3” : Open collector transistor output, pin ini membutuhkan resistor pullup (pin ini jarang digunakan)
Perlu diketahui, output yang dikeluarkan adalah sinyal kotak dengan frekuensi yang bergantung pada kapasitor yang digunakan pada driver. Pemilihan kapasitor driver harus disesuaikan dengan kebutuhan, jika kita ingin mendapatkan output dengan sampling yang lebih cepat maka gunakan kapasitor dengan kapasitansi yang lebih kecil (biasanya 0.01 µF), sebaliknya jika ingin sampling yang lebih lambat gunakan kapasitansi kapasitor yang lebih besar (misal 1 µF). Biasanya nilai kapasitansi 0.01 µF memiliki periode sampling 0.01s begitupun untuk 1 µF memiliki periode sampling 1s (sekitar segitulah).
Penyesuaian Kondisi Lingkungan
Adakalanya output yang diperoleh tidak sesensitif output yang biasanya diperoleh, hal ini bisa disebabkan oleh jumper yang digunakan. Ubah-ubah posisi jumper blocks dengan tanda “3”, “5”, “7” dan “9” untuk mendapatkan sensitifitas sensor terhadap lingkungan sehingga didapatkan output yang tepat. Default detting dari jumper ini adalah “3”.
Karakteristik sensor


Gambar 2. Karakteristik wilayah deteksi sensor
UVTron memiliki wilayah deteksi yang luas, hampir seperti bola dari depan sensor, untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 2. Jika kita ingin membatasi cakupan ini menjadi lebih sempit dapat dibuat selubung UVTron, tetapi perlu diperhatikan beberapa kasus berikut.


Gambar 3. Contoh menyelubungi UVTron
Jika ingin membatasi wilayah area yang ditujukan untuk scaning, maka sebaiknya pilih selubung dengan cara (b), karena dengan selubung ini akan diperoleh posisi sudut api yang paling spesifik.
Pengujian Sensor
Sensor ini adalah sensor yang mudah digunakan dan juga pengujiannya. Untuk menguji apakah sensor berfungsi dengan baik atau tidak ikuti langkah berikut:
  1. Rangkai UVTron dan driver dengan tepat, beri sumber tegangan pada posisi yang tepat (apakah input sudah teregulasi atau belum)
  2. Cek output pin “1” atau “2” dengan multimeter, gunakan multimeter analog agar lebih mudah melihat defleksi jarum akibat adanya output (probe merah output dan hitam untuk ground).
  3. Dekatkan sensor dengan sumber api (misal lilin), kemudian perhatikan defleksi jarum multimeter.
  4. Halangi sensor dengan sumber api, dan lihat perbedaan multimeter antara adanya api dan tidak ada api.
  5. Jika jarum multimeter bergerak-gerak saat ada api dan diam saat tidak ada api maka sensor berfungsi dengan baik
Perlu diperhatikan bahwa keluaran UVTron pin “1” atau “2” adalah tegangan logic, multimeter tidak selalu berdefleksi menghasilkan bacaan 5V dan 0V bergantian karena yang terbaca oleh multimeter adalah tegangan efektifnya sehingga bergantung pada periode sampling, atau dari kapasitor yang digunakan. Tidak masalah apakah jarum berdefleksi kecil atau sampai 5V, karena yang terpenting adalah adanya efek antara ada dan tidak adanya api. Untuk melihat output lebih jelas (5V dan 0V yang bergantian) gunakan osiloskop.
Troubleshooting
Jika pengujian sensor tidak didapati hasil yang diinginkan:
  1. Periksa semua hubungan kabel dan jumper antara UVTron dengan driver, driver dengan sumber, header I/O driver dengan regulator, kemudian periksa outputnya.
  2. Periksa kapasitor yang digunakan, coba mulai dari tanpa kapasitor dan dengan kapasitor 1 µF, kapasitansi lebih besar akan menghasilkan periode sampling yang lebih lama, kemudian periksa outputnya.
  3. Periksa jumper sensitivitas driver, coba semua tanda 3”, “5”, “7” dan “9”, kemudian periksa outputnya.
  4. Ganti sensor uji dengan sensor lain yang sebelumnya sudah bisa dicoba. Jika output didapatkan dengan baik maka berarti sensor uji kemungkinan rusak dan driver masih dalam keadaan baik.
  5. Gunakan  sensor uji pada driver lain yang sebelumnya sudah bisa dicoba (ganti driver uji). Jika output didapatkan dengan baik maka berarti driver uji kemungkinan rusak dan sensor masih dalam keadaan yang baik.

Cara Membuat Antena Pemancar FM Sederhana & Mudah

Cara Membuat Antena Pemancar FM Sederhana & Mudah


Tujuan dasar dari sebuah Antena adalah untuk meningkatkan daya reseptif dari perangkat itu melekat. Anda dapat membuat antena FM sederhana yang akan meningkatkan penerimaan dari setiap penerima FM yang memiliki port antena sebagai bagian dari konstruksi. Anda akan memerlukan beberapa bagian dari toko hobi atau elektronik dan beberapa pengalaman dalam menggunakan besi solder untuk benar membuat antena FM - namun, tidak ada keahlian listrik diperlukan.
1. Ukur keluar 3 meter dari kawat listrik dari spool. Potong kawat listrik menggunakan pemotong kawat.
2. Lepaskan steker isolator plastik hitam dari dari plug telepon 2.5mm.
3. Jalur off 1 / 2 inci isolasi dari ujung Kabel listrik menggunakanpenari telanjang kawat.
4. Potong 1-inci dari tabung panas menyusut dengan gunting. Push sepotong tabung panas menyusut di ujung kawat yang baru saja dilucuti.
5. Solder ujung kawat ke terminal bagian dalam di plug telepon 2.5mm yang memiliki lubang kawat di dalamnya.
6. Geser panas shrink tubing ke bawah konektor batin. Sekrup isolator plastik hitam kembali ke steker telepon 2.5mm.
7. Pasang konektor telepon 2.5mm ke port antena perangkat FM. Membentangkan kabel listrik.
Antena, seperti yang ditunjukkan dalam diagram di bawah, adalah persegi dan dibuat dengan membungkus kawat
sekitar kerangka batang penyeberangan.
Jika Anda adalah seorang avid AM pendengar Radio, entah itu di sebuah radio kuno, baru AM / FM radio atau radio gelombang pendek, Anda tahu itu adalah sedikit tantangan untuk mengambil sinyal radiodari PM frekuensi. Ada banyak hal yang dapat menyebabkan gangguan, tetapi dengan radio yang tepat dan antena yang baik Anda dapat mendengarkan stasiun dari seribu mil jauhnya.
Pemancar FM biasanya baterai didorong, tetapi beberapa menggunakan soket pemantik rokok di mobil, atau menarik kekuasaan mereka dari perangkat itu sendiri. Mereka biasanya digunakan dengan perangkat audio portabel seperti CD atau MP3 player, tetapi juga digunakan untuk menyiarkan output lain (seperti yang dari kartu suara komputer) di seluruh rumah atau bangunan lainnya.

Cara Membuat Radio Sederhana

Eksperimen : Transmitter - Pemancar Radio AM Sederhana


Pemancar Radio Sederhana - Setelah sempat kita bahaspenerima radio AM sederhana kurang lengkap rasanya kalau tidak dilengkapi dengan Rangkaian transmitter / pemancar AM sederhana. Ya dengan alat ini kita bisa bertindak selayaknya penyiar radio sungguhan, bagaimana cara membuat nya??

Alat alat yang dibutuhkan ialah :
1. Satu buah Kristal Oscilator 1Mhz ( Rp 25.000,00 )
2. Sebuah Trafo Audio 1000 Ohm ke 8 Ohm ( kalau tidak ada gunakan trafo IT 191 ) ( Rp 3000,00 )
3. Satu buah PCB bolong bolong biasa ( Rp Lupa )
4. Satu buah jek audio ( Phone Plug ) ( Rp Lupa )
5. Satu buah tempat / sarung baterai 9 V
6. Satu buah Baterai 9 V
7. Kabel bercapit buaya ( salah satu sisinya saja )
8. Kabel / apapun yang bisa jadi antenna / antenna juga gak apa apa ^^
9. Sedikit keahlian solder menyolder

Review Part :
Oscillator
Komponen yang bernama oscillator ini merupakan komponen utama dari alat yang akan kita buat. Bila ke dua kaki nya terhubung dengan sumber tegangan maka pada kaki yang satunya lagi akanterbangkit kan tegangan dari 0 Volt menuju 5Volt lalu ke 0 volt lagi dan begitu seterusnya sesuai dengan frekuensi yang tertera pada badan oscillator, di alat kita tertulis 1.000Mhz ( 1 mega hertz ) maka akan terjadi naik dan turunnya tegangan tersebut sebanyak 1.000.000 kali perdetiknya, Dalam dunia pertelekomunikasian sinyal inilah yang disebut dengan Sinyal Carrier.

Oscillator sendiri memiliki bentuk seperti kotak besi yang ke tiga sudutnya Tidak Runcing dan runcing pada salah satu sudut yang lain. Sudut yang runcing menandakan posisi dari kaki oscillator yang tidak terpakai. ( Dibuat seperti itu agar mudah memegangnya pada saat akan menyolder ).

Trafo Audio 1000 Ohm ke 8 Ohm
Komponen yang satu ini tidak kalah pentingnya dengan oscillator, bila oscillator berperan dalam menghasilkan sinyal carrier maka trafo audio ini juga berfungsi sebagai Modulator dengan cara menyesuaikan amplitudo dari sinyal informasi dan menumpangkannya ke sinyal carrier.

Skema Rangkaian AM Radio transmitter ( Pemancar Radio AM )


SANGAT SEDERHANA Pemancar AM ini BUKAN????? Berikut ini adalah gambar rangkaian yang sudah jadi :


Cara membuat Pemancar Radio AM ini :

1. Bila trafo yang anda beli benar maka pada salah satu sisinya akan menjulur 3 kawat tembaga dan pada sisi yang satunya hanya akan ada 2 kawat tembaga. Sisi dengan 3 kawat menjulur adalah sisi yang memiliki hambatan tinggi yaitu 1000 Ohm sedangkan sisi dengan 2 kawat menjulur adalah sisi yang berhambatan rendah 8 Ohm.


Jika di indonesia tidak ada kabel menjulur dari trafo, yang di isolasikan dengan isolator berwarna-warni seperti barang diatas. Tetapi untuk lebih mudah menjelaskan cara pembuatan, posisikan trafo anda seperti pada gambar dan anggap kabel tembaga pojok kiri atas adalah kabel warna hijau seperti pada gambar, begitu pula pada kabel tembaga pada pojok kiri bawah kita anggap kabel biru seperti pada gambar. ( Posisi 3 kabel menghadap ke arah kiri dan 2 kabel menghadap ke arah kanan )

2. Pasang Trafo audio tersebut pada PCB anda ( Lem atau apapun terserah ) dengan sisi hambatan tinggi menghadap ke luar ( lihat gambar ). lalu solderlah kabel warna hijau dan biru pada jek audio seperti pada gambar dibawah ini : ( jangan lupa untuk menutup kembali jek audionya bila sudah tersolder )


3.  Hubungkan kabel merah trafo dengan positif  baterai lalu kabel putih trafo dengan kaki oscillator sudut kiri atas. ( sesuai kesepakatan sudut yang runcing kita letakkan sebagai sudut kiri bawah ) ( Mau disolder atau tidak terserah saudara, saran saya disolder saja pada papan PCB supaya lebih kokoh )

4. Hubungkan negatif baterai dengan kaki oscillator sudut kanan bawah dan pada titik pertemuan itu hubungkan pula dengan satu kabel yang ber-capit buaya pada salah ujung nya. ( kabel bercapit hijau pada gambar ).

5. Hubungkan Kaki Oscillator sudut kanan atas dengan kabel bercapit buaya ( capit kuning pada gambar )

6. Terahir, Hubungkan capit kuning dengan antenna dan capit hijau dengan grounding yang bagus ( Ex: Tubuh anda ). Viola!! Alat anda siap beroperasi!!!

Cara Menggunakannya?????
Cukup mudah, sambungkan jek audio kita dengan sebuah sumber audio output misal: Nokia Express music atau speaker speaker simbadda. setelah itu pasang baterai dan coba dekatkan pemancar kita pada radio radio AM dijamin suara yang kita putar akan tertangkap oleh radio tersebut.

Bila kita ingin Memasukkan Suara kita?????
Cukup pergi kepasar genteng ( " Toko Karunia " Saya tidak promosi ) dan bilang "mbak beli  rangkaian Mic Compressor". Jangan lupa beli Condensator Mic + Baterai 12V nya sekalian... soalnya di rangkaian yang udah jadi itu g ada micnya, cuma lubang dua tempat nyolder micnya...  jadi harus beli sendiri.

Rabu, 23 Oktober 2013

Cara Mudah Membuat Speaker dari Kaleng Minuman

Cara Mudah Membuat Speaker dari Kaleng Minuman

Mendengar musik mungkin merupakan hal umum yang sering dilakukan pengguna handphone utamanya remaja, untuk lebih fokus terkadang sesantai mungkin mendengarkan musik tanpa memegang handphone yakni dengan menggunakan earphone atau “headset”, tapi bagaimana jika earphone yang sahabat pakai belum puas atau kurang besar soundnya.

Bagaimana jika kaleng miniman bekas dirumah anda di fungsikan sebagai speaker. langsung aja ikuti. Cara Membuat Speaker Kaleng Minuman:

Bahan Yang Harus Disiapkan:
- Kaleng Minuman Bekas.
- Paku dan Martil/pali gunanya untuk melubangi bagian bawah kaleng minuman.
- Solasi gunannya sebagai penempel.
- Earphone jack 3,5 untuk handphone atau mp3
- Mp3 player atau Hp.


1. Carilah sebuah kaleng minuman seukuran kaleng coca~cola, sprite atau sejenisnya. jangan lupa disterilkan dulu ya, maksudnya luar dalam harus kering dan bersih karena apabila basah akan mempengaruhi kualitas suaranya, saran saya di jemur saja di bawah matahari pada siang hari ya cukup 3-4 jam sudah bagus. 



2.Lubangilah bagian bawah kaleng dengan menggunakan paku, ingat jangan buat lubang besar yah cukup seukuran diameter paku itu sendiri, buatlah lubang sekitar 9 – 12 lubang. pelubangan nya buat yang beraturan ya biar terlihat bagus. 



3.Masukkan 2 speaker earphone ke lubang bagian atas kaleng minuman tersebut. pastikan earphone anda sudah terhubung ke handphone. 



4.Nyalakan MP3 player/Handphone anda, silahkan dengar hasilnya semoga memuaskan, kurang lebih hasilnya seperti ini.



Cukup Mudah dan praktis, bahan juga mudah didapat cocok tuh buat karya seni anda yang masih dalam proses belajar atau anak sekolahan, bisa di coba trik dan tips nya. ingat jangan setel dengan volume keras pada malam hari menggangu tetangga hahhahhaha. dan pembuatannya hati-hati saat melubanginya nya bisa-bisa tangan anda tergetok palu lagi.

Semoga bermanfaat. 

Rabu, 29 Mei 2013

Cara membuat Solar Cell Pembangkit Listrik Tenaga Surya Panel Sederhana

Pemuda Pakarti Purwojati. 

Cara membuat Solar Cell Pembangkit Listrik Tenaga Surya Panel Sederhana


Mempostingkan Tulisan ini salah satu bentuk dari Bela Negara Pemuda Pakarti YGNI Purwojati 
Kegiatan Pemuda Pakarti Purwojati Banyumas-YGNI
Kegiatan Pemuda Pakarti Purwojati Banyumas-YGNI

Solar panel merupakan alat yang menangkap sinar matahari dan kemudian dapat merubahnya menjadi energi listrik,  sebelumnya saya telah menulis tentang teknologi solar cell yang berjudul “Potensi penggunaan solar cell di Indonesia“. Dan kemudian dalam post saya berikut ini, kita dapat mencoba membuat solar panel yang sederhana.

Kita dapat mencoba untuk mengetahui Cara membuat Solar Cell sel surya dengan mempersiapkan kotak CD bekas yang terbuat dari plastik bening, lempengan besi & tembaga yang berguna sebagai konduktor, kabel tembaga dan lem silikon.
Langkah pertama adalah dengan membuat  plat oksida cuprous  (plat besi yang berkarat) berbentuk kotak, kemudian bersihkan  salah satu sudut dengan amplas untuk disolder dengan kabel tembaga, plat tersebutakan berfungsi sebagai sisi negatif.
b
Kemudian kita membuat plat positif dengan membentuk potongan U  dari lembaran tembaga, sedikit lebih besar daripada plat oksida cuprous, dengan bagian dalam potongan U sedikit lebih kecil daripada plat oksida cuprous. Setelah itu solder kabel tembaga disalah satu sisi dari plat U tersebut. Rekatkan plat berbentuk U pada plastik bening CD bagian depan dengan lem silikon yang banyak agar tidak terjadi kebocoran. Pastikan bahwa koneksi solder benar-benar tertutup dengan lem, atau berada di luar lem – an berbentuk, seperti digambar.
c
Gambar diatas menunjukkan sisi belakang dari solar cell (di sisi yang tidak menghadap matahari). Dan gambar di bawah ini menunjukkan sisi depan solar cell (sisi yang akan menghadapi matahari), perhatikan bahwa lem silikon tidak sepenuhnya menutupi plat tembaga yang berbentuk U, karena nantinya sebagian dari plat tembaga harus bersentuhan dengan air asin.
4
Langkah berikutnya adalah meletakkan plat yang berbentuk kotak diatas plat U, namun sebelumnya lem kembali plat U sehingga membentuk lapisan yang tebal, lapisan tersebut berfungsi untuk isolator dan agar membuat ruangan ruang untuk air asin. Sekali lagi, tidak semua bagian tembaga tertutup, sehingga akan ada bagian dari tembaga didalam kontak dengan air asin. Rekatkan plat kotak kelapisan lapisan lem tersebut. Anda harus menekan cukup keras untuk memastikan bahwa tidak ada celah, tapi tidak begitu keras sampai dua plat saling bersentuhan.
5
Gambar diatas menunjukkan sisi belakang solar cell (di sisi yang tidak menghadap matahari). Dan gambar bawah ini menunjukkan sisi depan solar cell (sisi yang akan menghadapi matahari), perhatikan bahwa kita akan menambahkan lem ekstra untuk membentuk saluran di bagian atas untuk membiarkan air asin yang akan ditambahkan.
f
Selanjutnya, gunakan pipet besar untuk menambah air asin. Isi sel hampir ke bagian atas plat tembaga, sehingga hampir tumpah keluar.Kemudian menutup saluran dengan lem, dan biarkan lem sampai kering.
7
Dalam gambar di atas kita dapat melihat



Solar cell atau panel surya adalah alat untuk menkonversi tenaga matahari menjadi energi listrik. Solar Cell mulai popular akhir-akhir ini, selain karena mulai menipisnya cadangan enegi fosil , isu global warming, akan tetapi energi yang dihasilkan juga sangat murah karena sumber energi (matahari) bisa didapatkan secara gratis, dan juga ramah lingkungan.

Sollar cell berkekuatan besar dapat didapatkan di toko-toko energi alternatif seperti alpensteel.com atau toko lainnya. Solar cell ini terbuat dari pemrosesan silicon tingkat tinggi yang dibuat di pabrik besar, yang menghasilkan energi tingkat besar namun tentu saja tidak murah.

Namun, apabila Anda sedikit kreatif, Anda dapat membuat sendiri Pembangkit Listrik Tenaga Surya dari bahan-bahan yang di dapatkan dari toko besi dan hanya dibutuhkan waktu beberapa jam untuk membuatnya. Anda juga bisa membuat beberapa energi yang dapat diperbarui seperti; Solar Street Light System, Lampu led, Lampu Tenaga Surya, Penerangan jalan Umum, Battery, Accu, Aki, Regulator, Battery Control Regulator, Controller, Inverter,UPS,Wind Power, Green Energy, ataupun Genset.

Solar cell yang akan kita buat kali ini terbuat dari cuprous oxide dan bukan silicon. Cuprous oxide merupakan salah satu bahan yang dikenal mampu menampilkan efek photoelectric. Dimana bisa merubah cahaya menjadi energi listrik mengalir dalam suatu material.

Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat solar cell ini antara lain:
  • Sebuah lembaran tembaga berkilat yang dapat dibeli di toko besi.
  • Dua buah capit buaya
  • Sebuah Micro ammeter yang dapat membaca arus antara 10 hingga 50 micro amper.
  • Sebuah kompor listrik, bisa didapatkan di toko elektronik seharga kurang lebih Rp. 100.000
  • Sebuah botol plastik bening, bisa digunakan botol bekas air mineral dengan memotong bagian atasnya.
  • Garam meja, gunakan saja 2 sendok garam meja.
  • Air keran
  • Ampelas atau dapat juga menggunakan sikat kawat.
  • Gunting (untuk memotong kawat tembaga)


Bagaimana membuatnya?

Ikuti langkah-langkah berikut ini :

Langkah pertama siapkan kompor listrik, kemudian potong kawat tembaga seukuran dengan panel pemanas pada kompor listik. Namun sebelumnya cucilah tangan terlebih dahulu agar tidak ada minyak atau lemak yang menempel pada tembaga tersebut.

Bersihkan tembaga yang telah dipotong dengan sikat kawat atau ampelas agar tidak ada kotoran atau hal lain yang menghalangi energi matahari yang akan diserap.

Setelah tembaga bersih dan kering, tempatkan tembaga tersebut diatas kompor listrik, kemudian bakar dengan voltase paling tinggi.

Saat tembaga mulai memanas akan terlihat pola oksidasi mulai terbentuk dengan warna yang indah perpaduan antara warna kuning dan warna orange. Sebagian tembaga akan lebih panas dan menampilkan warna hitam. Kemudian setelah warna-warna menghilang, tembaga akan berubah warna menjadi merah terang dengan merata.

Bakar tembaga selama 30 menit hingga lapisan tembaga menjadi menjadi hitam kental. Hal ini penting karena lapisan hitam akan terkelupas dan lapisan tipis tetap menempel pada tembaga.

Setelah dibakar selama 30 menit, matikan kompor. Tinggalkan tembaga diatas kompor dan biarkan dingin secara alami karena mendinginkan terlalu cepat akan membuat lapisan oksida hitam tetap akan menempel pada tembaga. Setelah dingin, lapisan tembaga akan mengkerut oksida hitam juga akan menyusut

Lapisan oksida hitam akan menyusut perlahan-lahan dengan waktu yang berbeda, sebaiknya bersabar untuk menunggu proses ini.

Setelah tembaga di dinginkan (memakan waktu sekitar 20 menit) sebagain besar oksida hitam akan menghilang. Cuci dan gosok perlahan dengan tangan pada air yang mengalir untuk membersihkan butiran-butiran kecil. Cuci secara perlahan dan jangan meregangkan tembaga karena akan merusak lapisan oksida corpus merah yang kita butuhkan untuk menghasilkan energy

Langkah selanjutnya sangat mudah dan cepat. Potong lembaran tembaga lainnya seukuran dengan tembaga pertama yang telah kita bakar tadi. Tekuk kedua potongan dengan lembut kemudian masukan ke dalam botol plastik tanpa menyentuh satu sama lain.

Tembaga yang tadi dibakar adalah sisi yang paling baik untuk menghadap keluar botol karena permukaannya halus dan bersih.

Pasangkan 2 capit buaya, satu ke tembaga yang baru dan satu lagi ke tembaga yang telah dibakar. Pasang ujung kabel dari plat tembaga yang bersih ke terminal positif dari meter dan tembaga yang telah dibakar pada terminal negatif pada meter.

Kemudian campurkan 2 sendok garam meja kedalam air yang telah dipanaskan, aduk hingga garam larut pada air. Masukan air garam kedalam botol dengan hati-hati, jangan sampai membasahi capit buaya yang telah kita pasang.

Air garam yang dimasukan tidak boleh menenggelamkan seluruh plat tembaga, Anda tinggalkan minimal 1 inci tembaga yang tidak terendam air, hal ini untuk mengurangi resiko capit buaya terkena air saat memindahkan solar cell.

genset portable tenaga surya

Photo diatas menunjukan energi yang dihasilkan adalah 6 micro amper saat terhalang bayangan saya.

AGEN PENDAFTARAN KULIAH S1 DAN S2 MUDAH DAN MURAH SERTA JASA KONSULTASI DAN KETIK SKRIPSI TESIS DAN LAPORAN PKL SISWA HUB SIMBAH WURI http://raraswurimiswandaru.blogspot.com
Ingin widget ini?