SELAMAT DATANG DI PEMUDA PAKARTI`S BLOG

Blog Informasi dan Pendidikan bagi Pemuda dan Remaja baik bagi Anggota dan Umum untuk Bangun Bangsa Dan Negara.

SELAMAT DATANG DI BLOG PEMUDA PAKARTI

PEMUDA PAKARTI ada untuk dapat berbuat sesuatu untuk lingkungan dan pendidikan.

ISTIQOMAH DALAM PERJUANGAN

Walau Keberadaan kami banyak yang tidak suka karena IRI dengan kemajuan dan perkembangannya namun kami tetap Tegar.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perpustakaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2015

Proposal Pendirian TBM

PENDAHULUAN
Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW sebagai tanda pengangkatan dirinya menjadi Nabiyullahadalah perintah untuk membaca. Firman Allah dalam QS. Al-Alaq: 1-5, yang artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan Pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Oleh karena itu, sudah sangatlah jelas bahwa membaca
merupakan hal yang sangat penting yang harus dilakukan manusia. Baik membaca tulisan ataupun membaca alam dalam arti membaca keadaan, perilaku, dll. Membaca bukan saja berpengaruh pada tingkat intelektualitas seseorang akan tetapi sangat berpengaruh juga pada kualitas karakter dan kepribadian seseorang. Terutama dalam proses penyelesaian masalah. Seseorang yang tingkat membacanya lebih tinggi akan berpeluang lebih tepat dalam menyelesaikan masalah dibandingkan dengan orang yang tingkat membacanya rendah atau tidak sama sekali.
Akan tetapi, harga buku di Indonesia masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Harga kertas dan pajak masih menjadi alasan terkait tingginya harga buku di Indonesia. Tingginya harga buku menjadi salah satu penyebab rendahnya angka minat baca masyarakat Indonesia, terutama buku untuk anak-anak.
Berangkat dari hal tersebut, Pesantren Mahasiswa Media Cerdik yang telah diasuh oleh K.H Suharto, AMd telah mendirikan Pondok Baca Media Cerdik TBM selain menjadi sarana pendukung kegiatan pesantren yang sudah ada, kedepannya ingin menjadi pusat informasi bagi seluruh warga pada umumnya. TBM merupakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tidak hanya menyediakan bahan pustaka yang sangat bermanfaat bagi kebutuhan informasi pengunjungnya akan tetapi juga mengadakan event atau kegiatan-kegiatan yang berguna bagi peningkatan kualitas moral dan intelektualitas masyarakat, yang memiliki fungi pula sebagai sumber belajar bagi masyarakat melalui program pendidikan nonformal dan informal serta menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat.
Pesantren Media Cerdik memiliki daerah-daerah binaan yang tersebar dibeberapa daerah sekitar Sleman, Bantul, Klaten, Solo, dan Kulonprogo. Daerah binaan Pesantren Media Cerdik sebagian besar merupakan daerah terpencil, kekeringan, dan lahan Kristenisasi. Diharapkan kedepannya Pondok Baca Media Cerdik dapat juga berdiri didaerah-daerah binaan Pesantren Media Cerdik, dengan Pondok baca yang berada di lingkungan pesantren sebagai basisnya.
Sarana prasarana yang dimiliki saat ini bisa dikatakan masih minim, apalagi untuk koleksi anak-anak dan sumber informasi lainnya. Untuk meningkatkan budaya baca masyarakat, informasi dalam hal ini buku bacaan haruslah mewakili informasi yang berkembang saat ini. Sehingga masyarakat benar-benar bisa menyelesaikan problematika hidup dengan membaca. Ini juga membutuhkan pengelolaan yang profesional sehingga selain dapat mengayomi masyarakat dalam hal informasi juga untuk pondok baca bisa bertahan hidup.
Oleh karena itu TBM Pondok Baca Media Cerdik bermaksud memohon kepada para dermawan, kolektor buku, donator, penerbit, dan kepada siapa saja yang peduli dengan minat baca masyarakat untuk berpartisipasi apapun yang bermanfaat bagi masyarakat, baik berupa sumbangan buku atau dalam bentuk yang lainnya. Kami berharap dengan berdirinya TBM pelayanan sumber informasi bagi masyarakat dapat dengan mudah diakses dan berujung dengan meningkatnya kualitas taraf hidup masyarakat.
B. NAMA
Pondok Baca Media Cerdik (TBM)
C. TEMPAT
Pesantren Media Cerdik, Jl. Apel 219 Karangduren, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281. Cp. 085643836830
D. SUSUNAN KEPENGURUSAN
Terlampir
E. TUJUAN DAN SASARAN
1. Memasyarakatkan budaya membaca
Menjadikan membaca sebagai kegiatan pesantren mahasiswa Media Cerdik dan juga terutama untuk masyarakat sekitar Pesantren Media Cerdik.
2. Sebagai pusat informasi masyarakat
Memberikan akses informasi yang mudah bagi masyarakat
Mengembangkan kemampuan mencari, menemukan, mengolah dan memanfaatkan informasi dalam proses penyelesaian masalah secara tepat.
3. Mengentaskan buta aksara
Memberikan wadah dalam pengelolaan keaksaraan
4. Menjadi Pondok Baca percontohan didaerah binaan Pesantren Media Cerdik maupun instansi manapun yang ingin mendirikan Pondok Baca.
5. Alternatif tempat rekreasi warga dan berkumpulnya kegiatan kemsyrakatan.
F. DASAR PEMBINAAN PONDOK BACA MEDIA CERDIK
1. Pondok Baca Media Cerdik merupakan sarana pendidikan non formal melalui kegiatan yang berupaya:
Menumbuhkan kegemaran dan minat baca masyarakat
Membangkitkan minat terhadap hal-hal baru melalui buku-buku referensi, ensiklopedi, bibliografi dan lain-lainnya.
Mendidik kerapian, ketertiban, kejujuran, disiplin dan tanggung jawab.
Menumbuhkan dan mengembangkan minat dan bakat masyarakat.
Memberikan penemanan kepada anak-anak kurang mampu khususnya dalam pendampingan belajar
2. Pondok Baca Media Cerdik sebagai pusat informasi masyarakat
Mengadakan, mengolah, melayankan, menyimpan dan memelihara bahan pustaka.
Mengembangkan kemampuan mencari, menemukan, mengolah dan memanfaatkan informasi dalam proses penyelesaian masalah secara tepat.
Akses informasi yang mudah dan efisien.
Benar-banar menjadi pusat informasi warga dimana pondok baca berdiri, dengan selalu meng up-date informasi, baik lokal maupun nasional.
G. GAMBARAN MASYARAKAT PENGGUNA
Masyarakat pengguna Pondok Baca Media Cerdik berasal dari masyarakat sekitar Pesantren yaitu warga Padusunan Tempel Karangduren, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta. dan masyarakat Jamaah Pesantren. Pesantren Media Cerdik memiliki sekitar 12 daerah binaan diantaranya Klaten, Sleman, Bantul, Kulonprogo, Karanganyar, Sukoharjo, dsb.
Masyarakat pengguna Pondok Baca Media Cerdik terdiri dari seluruh lapisan masyarakat. Rata-rata mereka berprofesi sebagai petani, peternak, pedagang, pegawai pemerintah, pelajar/mahasiswa, dosen, guru, pemuka agama, tukang parkir, penjahit, montir, dll. Maka dari itu tingkat perekonomian dan tingkat pendidikan masyarakat pengguna Pondok Baca Media Cerdik sangat bervariasi.
Fokus Pondok Baca Media Cerdik tertuju pada masyarakat kurang mampu di Padusunan Tempal Karangduren dan daerah binaan Pesantren Media Cerdik. Yang kemudian akan bekerja sama dengan Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) dimana gerakan ini telah lebih dulu menangani anak-anak kurang mampu dan yatim piatu di Padusunan Tempel Karangduren, dengan Pondok Baca sebagai fasilitas pendukung GOTA.
Pedusunan Tempel Karangduren merupakan desa yang terletak di kabupaten Sleman bagian selatan, masuk provinsi Yogyakarta. Disekitar Mundu banyak berdiri perguruan tinggi, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta. Diantaranya Universitas Pembangunan Negeri, Universitas Atma Jaya, Universitas Negeri Respati Yogyakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional, dll. Banyak diantara warga Padusunan Tempel Karangduren yang berpenghasilan dengan cara mengubah rumah mereka menjadi kos-kosan atau kontrakan. hal ini menyebabkan jumlah masyarakat pendatang jauh lebih banyak dibanding jumlah pribumi.
Sebagian besar masyarakat terkumpul dalam beberapa perkumpulan warga, diantaranya perkumpulan RT, RW, perkumpulan Pemuda Mundu, perkumpulan pengajian ibu-ibu, perkumpulan pengajian bapak-bapak, perkumpulan futsal anak-anak, perkumpulan futsal bapak-bapak, dll.
H. JENIS KOLEKSI YANG DIBUTUHKAN
1. Koleksi Referensi :
Merupakan koleksi pondok baca yang hanya boleh di akses dipondok baca, ini dilakukan agar koleksi lebih terjaga serta pemanfaatannya lebih merata.
- Buku Rujukan (hanya boleh diakses dipondok baca)
a. Kamus
b. Ensiklopedi
c. Sumber-sumber geografis
d. Bibliografi
e. Buku pegangan
f. Dll
- Terbitan berseri. Koleksi baru hanya boleh diakses di pondok baca, terbitan lama boleh dipinjam dengan jangka waktu yang relatif pendek.
a. Koran
b. Majalah
c. Jurnal
2. Koleksi sirkulasi.
Koleksi pondok baca yang bisa diakses dipondok baca, sekaligus bisa dipinjam atau dibawa pulang dengan jangka waktu yang telah ditentukan oleh pondok baca (tergantung ketebalan buku). Terdiri dari:
- Koleksi buku teks bermacam-macam subjek:
a. Karya umum
b. Filsafat dan psikologi
c. Agama
d. Ilmu sosial
e. Bahasa
f. Ilmu-ilmu murni (pasti/alam)
g. Ilmu-ilmu terapan (teknologi)
h. Kesenian, hiburan, olahraga
i. Kesusastraan
j. Geografi dan sejarah
- Buku pelajaran sekolah (SD, SMP)
- Dll
I. RENCANA PROGRAM KERJA
1. Jangka Pendek
- Gerakan Sedekah Buku
- Launching Pondok Baca Media Cerdik
- Pelatihan Pengolahan Bahan Pustaka bagi pengurus Pondok Baca Media Cerdik
2. Jangka Panjang
- Kategori Anak-anak
a. Dongeng anak yang diambil dari koleksi Pondok Baca Media Cerdik
b. Belajar melukis
c. Hari memasak untuk bunda
d. Penemanan mengerjakan PR (pekarjaan rumah)
e. Dll
- Kategori Remaja
a. Bedah film
b. Bedah buku
c. Lomba menulis (cerpen, puisi, dll)
d. Nonton bareng film
e. Kajian seni
f. Diskusi panel
g. Dll
- Kategori Orang tua
a. Belajar seni crochet, sulam, payet, dsb.
b. Lomba memasak
c. Lomba kerajinan antar RT
d. Hari memasak untuk istri
e. Dll
3. Kegiatan Rutin
a. Pelatihan menulis
b. Kajian seni
c. Mendongeng
d. Pembuatan/pengisian MaDing (Majalah Dinding)
e. Bedah buku
f. Bedah film
g. Permainan mengasah kreatifitas
h. Dll
J. WAKTU LAYANAN
Waktu layanan Pondok Baca Media Cerdik Terbagi:
1. Layanan sirkulasi buku adalah 24 jam
2. Layanan informasi 08.00 s/d 21.00
K. ANGGARAN DANA
Terlampir
L. PENGADAAN KOLEKSI
1. Mengajukan proposal bantuan kepada instansi atau lembaga pendidikan, juga penerbit dan toko-toko buku
2. Menerima bantuan berupa sedekah buku dan lain-lain dari semua pihak.
3. Membeli
M. SARANA YANG DIMILIKI
Sarana atau infentaris yang sudah dimiliki Pondok Baca Media Cerdik meliputi:
1. 2 unit rak buku, 2 tempat majalah 1 tempat Koran, 1 almari administrasi.
kebutuhan: penambahan 6 rak sirkulasi, 2 rak referensi.
2. Bahan bacaan kurang lebih 1000 koleksi bermacam-macam subjek
Kebutuhan: penambahan buku keterampilan, agama, komik anak, komik remaja, cerita anak, memasak, kedokteran, kebidanan, perkebunan, pertamanan, dll. Serta update Koran, majalah, bulletin dan jurnal.
3. 8 buah meja baca
Kebutuhan: meja sirkulasi, meja administrasi.
4. Ruangan aula (4X9)
Kebutuhan: Renovasi ruangan meliputi ruang penunggu, ruang sekertariat, dan ruang koleksi serta tempat baca.
5. Peralatan konservasi preservasi (belum lengkap)
Kebutuhan: alat penjilidan, alat pengubah koleksi buku menjadi koleksi digital
6. ATK dan kelengkapan administrasi
Kebutuhan: PC (untuk komputerisasi), printer.
7. Stempel infentarisasi dan pelabelan
N. PENUTUP
Secara lebih khusus, di Padusunan Tempel, Mundu, Saren, Pondok Baca Media Cerdik berfungsi untuk membentengi warga dari dampak yang timbul akibat dari menjamurnya pertokoan, distro, club malam, kafe-kafe, hotel, tempat karaoke, dsb. Melalui informasi-informasi dan kegiatan-kegiatan yang diadakan.
Pondok Baca Media Cerdik akan terlaksana dengan baik atas dukungan dan peran semua pihak. Oleh karena itu partisipasi dan bantuan bapak/ibu/saudara baik berupa santunan buku maupun finansial akan sangat berharga untuk kami.
Demikian proposal pendirian Pondok Baca Media Cerdik ini kami buat. Semoga kami tidak termasuk kedalam orang-orang yang lalai akan amanat yang kami terima. Dan semoga Allah SWT menerima ini sebagai amal ibadah kepada-Nya.

Purwojati, 22 Januari 2008

Rabu, 22 April 2015

Papan Info Bersama Media Cerdik Bukti Pemuda Pakarti Peduli

Pemuda Pakarti Papan Info Bersama Media Cerdik Bukti Pemuda Pakarti Peduli

Pemuda Pakarti sebagai organisasi kepemudaan yang sangat peduli pendidikan baik formal maupun non formal, baik jenis umum, keagamaan maupun khusus maka terus untuk membuat langkah-langkah membantu Pendidikan Nasional. Pendidikan dapat dilakukan di sekolah / madrasah maupun di masyarakat dimanapun tempatnya, kapanpun waktunya dan apapun medianya.

Untuk menunjang langkah pendidikan masyarakat maka Pengurus Pemuda Pakarti Purwojati bersama Pondok Pesantren Shidiqiin Wara` Purwojati yang bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Purwojati telah membuat dan pemasangan Papan Informasi Bersama. Papan informasi yang dibuat dengan modal sendiri, sedangkan hanya membantu perinjinan telah selesai dibuat.

Papan informasi ini sangat berguna bagi masyarakat dan Pemerintahan Desa Purwojati. Bagi masyarakat sebagai sumber informasi dan media alktivitas bagi para siswa dan remaja. Bagi Pemerintahan Desa bermafaat sebagai sarana untuk menginformasikan program-program pemerintahan baik itu pemerintahan desa, daerah dan pusat.


Minggu, 15 Maret 2015

Pengadaan dan Pengelolaan Bahan Pustaka

  1. I. Pengadaan Bahan Pustaka
Perpustakaan sekolah akan dapat berfungsi dengan baik sebagai sumber informasi dan sumber belajar apabila di perpustakaan sekolah tersedia bahan pustaka yang menunjang kegiatan belajar. Dengan adanya bahan pustaka ini siswa dapat belajar dan mencari informasi yang diinginkan. Bahan pustaka yang dapat menunjang kegiatan belajar siswa adalah bahan pustaka yang secara terus-menerus ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
Pengadaan bahan pustaka adalah upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas bahan pustaka. Upaya peningkatan kualitas bahan pustaka dilakukan dengan mengadakan bahan pustaka yang belum dimiliki atau yang terbaru sesuai dengan perkembangan ilmu, pengetahuan, dan teknologi, Sebaliknya peningkatan kuantitas bahan pustaka adalah upaya peningkatan jumlah bahan pustaka agar kebutuhan warga sekolah dapat dipenuhi.
Adapun beberapa metode dalam pengadaan bahan pustaka adalah sebagai berikut :
(1) Pembelian, untuk meringankan biaya pembelian, kita bisa melakukan pembelian di bursa buku-buku bekas atau menelusuri pameran-pameran buku karena pameran buku biasanya memberikan diskon besar-besaran, kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pengelola perpustakaan. 
(2) Tukar-menukar, kita bisa melakukan kerja sama dengan perpustakaan yang lain dengan tukar-menukar koleksi dengan cara peminjaman jangka panjang. Sehingga  pemustaka bisa memanfaatkan koleksi dari perpustakaan yang lain.
(3) Hadiah, untuk mendapatkan buku secara cuma-cuma/ hadiah, maka perpustakaan dan pustakawan harus pro aktif bekerja sama dalam mencari unit kerja atau instansi atau LSM mana yang dapat menghadiahkan buku-bukunya bagi keperluan perpustakaan. Pendekatan ini sangat diperlukan, karena dengan adanya permohonan yang resmi dari pejabat perpustakaan akan memudahkan proses pustakawan dalam memperoleh buku-buku yang di perlukan perpustakaan secara cuma-cuma.
(4) Sumbangan, perpustakaan dan pustakawan harus pro aktif mencari perpustakaan yang akan mengadakan penyiangan koleksi, sehingga bisa membuat permohonan buku-buku hasil penyiangan tersebut bisa disumbangkan dan dimanfaatkan oleh perpustakaan kita.
(5) Kerjasama, kita bisa mendapatkan bahan pustaka dengan melakukan kerjasama, misalnya dengan penerbit dan penulis dengan  mendapatkan harga buku-buku yang serendah-rendahnya dengan kualitas yang sama dengan buku yang bagus dan mahal.
 (6) Terbitan Sendiri, metode pengadaan koleksi yang terakhir adalah dengan memproduksi sendiri koleksi perpustakaan. Contoh kongkrit dari metode pengadaan ini antara lain adalah kliping atau karya tulis yang dihasilkan oleh pustakawan, siswa dan guru yang kemudian dihimpun menjadi koleksi perpustakaan.

  1. II.  Pengolahan Bahan Pustaka
Pengolahan bahan pustaka merupakan salah satu inti dari tugas perpustakaan. Bahan pustaka yang masuk ke perpustakaan wajib diolah dengan baik agar proses temu kembali informasi nantinya berjalan lancar dan mewujudkan tertib administrasi. Dalam pelaksanaannya, proses pengolahan bahan pustaka ini dapat berbeda-beda urutan kegiatan atau alur prosesnya antara perpustakaan satu dengan yang lainnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya perbedaan budaya kerja, sumber daya manusia, dan sarana prasarana dalam proses pengolahan. Namun demikian, ada empat kegiatan pokok dalam pengolahan bahan pustaka yaitu: (1) inventarisasi, (2) klasifikasi, (3) katalogisasi, (4) dan shelving.
 1.      Inventarisasi
Kegiatan inventarisasi merupakan tindak lanjut setelah diterimanya koleksi, Jadi, sesunggguhnya kegiatan inventarisasi berkaitan langsung dengan pengadaan. Inventarisasi dalam bidang perpustakaan merupakan suatu kegiatan untuk mencatat pustaka yang menjadi milik perpustakaan sekolah.
Berikut ini ada beberapa hal yang dilakukan dengan menginventarisir koleksi perpustakaan :
  • Setiap bahan pustakan yang baru diterima harus diberi cap perpustakaan pada halaman judul dan halaman tertentu yang sudah disepakati
  • Setiap bahan pustaka yang didaftarkan dalam buku induk. Buku ini memuat kolom yang berisi tentang :
                  *. Nomor urut buku masuk
                  *. Tanggal masuk ke buku induk
                   *. Nomor  induk
                   *.  Pengarang
                   *. Judul
                   *.  Edisi dan tahun
                   *. Penerbit
                   *. Sumber (Beli, Hibah, tukar menukar)
                   *. Harga (Jika dibeli)
                   *. Keterangan Lain
  • Untuk Bahan bukan buku seperti majalah, kaset, dvd, dapat disediakan buku induk tersendiri  atau minimal dalam bentuk daftar bahan bukan buku
  • Pemberian cap/stempel cap perpustakaan sebagai tanda kepemilikan tetap dilakukan.
 2.         Klasifikasi
Salah satu tujuan utama semua perpustakaan adalah mengusahakan agar semua pengunjung dapat secara mudah dan langsung memperoleh bahan yang diperlukannya. Salah satu diantara alat-alat diciptakan orang untuk maksud tersebut adalah klasifikasi.
Klasifikasi adalah pengelompokan yang sistematis dari pada sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain ke dalam kelas atau golongan tertentu berdasarkan cirri-ciri yang sama. Di dalam klasifikasi bahan pustaka dipergunakan penggolongan berdasarkan ciri tertentu. Misalnya oleh karena bentuk fisik yang berbeda, maka penempatan buku perpustakaan dipisahkankan dari surat kabar, majalah, piringan hitam, microfilm dan slides. Ada pula penggolongan berdasarkan penggunaan bahan pustaka, seperti koleksi referens dipisahkan dari koleksi buku lain, koleksi buku kanak-kanak atau buku bacaan ringan. Akan tetapi yang menjadi dasar utama penggolongan koleksi perpustakaan yang paling banyak dipakai adalah penggolongan isi atau subyek buku. Ini berarti bahwa buku-buku yang membahas subyek yang sama akan dikelompokkan bersama-sama.
 Ada beberapa macam sistem klasifikasi yang digunakan oleh perpustakaan di dunia, seperti : Deway Decimal Classification (DDC), Universal Decimal Classification (UDC), Library of Congress Classification (LCC), Colon Classification (CC), dan lain-lain. Sistem klasifikasi yang paling banyak digunakan di beberapa Negara di dunia termasuk negara Indonesia adalah Deway Decimal Classification (DDC).

Sekilas Mengenai Deway Decimal Classification (DDC)
Bagan klasifikasi DDC ini merupakan bagan klasifikasi yang paling popular dan paling banyak digunakan di Indonesia. Bagan ini diciptakan oleh Melvil Deway (1851-1931). DDC merupakan bagan klasifikasi sistem hirarki yang menganut prinsip “decimal” dalam membagi cabang ilmu pengetahuan. DDC membagi semua ilmu pengetahuan ke dalam 10 kelas utama (Main Classes) yang diberi notasi berupa angka arab 000-900. Setiap kelas utama dibagi secara decimal menjadi 10 sub kelas (devision). Kemidan sub kelas dibagi lagi secara decimal menjadi 10 seksi (section), dan seterusnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada contoh berikut ini :
Kelas Utama :
000 – Karya Umum
100 – Filsafat dan Psikologi
200 – Agama
300 –  Ilmu-Ilmu Sosial
400 – Bahasa
500 – Ilmu-Ilmu Murni
600 – Teknologi dan Ilmu Terapan
700 – Kesenian, Hiburan dan Olahraga
800 – Kesusastraan
900 – Geografi dan Sejarah

Divisi
300 –  Ilmu-Ilmu Sosial
310 – Statistik Umum
320 – Ilmu Politik dan Pemerintahan
330 – Ilmu Ekonomi
340 – Ilmu Hukum
350 – Administrasi Negara dan Ilmu Kemiliteran
360 –  Permasalahan dan Kesejahteraan Sosial
370 – Pendidikan
380 – Perdagangan, Komunikasi dan Transportasi
390 – Adat IStiadat, etiket, cerita rakyat

Seksi
370 –  Pendidikan
371 –  Manajemen Sekolah : Pendidikan Khusus
372 – Pendidikan Dasar
373 –  Pendidikan Lanjutan
374 – Pendidikan Orang Dewasa
375 – Kurikulum
376 – Pendidikan Kaum Wanita
377 – Sekolah dan Agama
378 – Pendidikan TInggi
379 – Pendidikan dan Negara

3.         Katalogisasi
Katalogisasi adalah proses pembuatan daftar pustaka (buku, majalah, CD, film mikro dan sebagainya) milik suatu perpustakaan. Daftar ini berfungsi untuk mencatat koleksi yang dimiliki, membantu proses temu kembali, dan mengembangkan standar-standar bibliografi internasional (Lasa Hs, 2007:129). Bentuk daftar pustaka ini bermacam-macam, seperti katalog cetakan, katalog berkas, katalog kartu, maupun katalog elektronik yang lazim disebut sebagai OPAC (Online Public Acces Catalog). Masing-masing bentuk katalog ini memiliki kelebihan dan kekurangannya.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan untuk efisiensi efektivitas proses temu kembali, sebaiknya bentuk katalog pada perpustakaan sekolah menggunakan katalog elektronik (OPAC). Perangkat lunak untuk katalogisasi dalam bentuk elektronik bermacam-macam dan tiap perangkat lunak memiliki kelebihan dan kekurangannya. Sesuai dengan kemampuan perpustakaan sekolah pada umumnya, disarankan menggunakan perangkat lunak WINISIS yang dikembangkan oleh UNESCO atau perangkat lunak SLiMS yang dikembangkan oleh Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Kelebihan kedua perangkat lunak tersebut antara lain adalah tersedia secara gratis di internet dan tidak membutuhkan spesifikasi komputer yang berat/canggih. Selain itu, kedua perangkat lunak tersebut terbukti reliabel telah digunakan oleh banyak perpustakaan-perpustakaan di Indonesia.
4.         Shelving
Shelving adalah kegiatan penjajaran koleksi ke dalam rak/tempat koleksi berdasarkan sistem tertentu. Kegiatan ini merupakan langkah terakhir dari proses pengolahan bahan pustaka. Tujuannya agar koleksi dapat ditemukan dengan mudah dan dapat dikenali oleh pengguna atau pustakawan.
Sistem penjajaran koleksi ke dalam rak ada dua macam:
(1) Berdasarkan jenis, yaitu disusun berdasarkan jenis koleksi dalam bidang apapun dijadikan satu susunan. Sistem ini cocok untuk penjajaran koleksi referensi.
(2) Berdasarkan sandi pustaka atau call number, yaitu disusun berdasarkan urutan nomor kelas sesuai dengan tata susunan koleksi. Sistem ini cocok untuk penjajaran koleksi buku teks.
Dalam penjajaran buku ini perlu diperhatikan hal-hal berikut: (1) rak tidak diisi penuh untuk memudahkan penambahan dan pergeseran, (2) digunakan standar buku, (3) buku tidak disusun berlapis atau ditumpuk, (4) rak hendaknya mudah dipindahkan, (5) dan desain rak hendaknya disesuaikan agar sirkulasi udara baik (Lasa Hs, 2007:156).


Referensi :
 Darmono. 2001. Manajemen dan Tata Kerja Perpustakaan Sekolah. Jakarta : Grasindo
 Hamakonda, Towa. 2008.Pengantar Klasifikasi Perpsepuluhan Deway. Jakarta : Gunung Mulia
 Lasa Hs. 2007. Manajemen Perpustakaan Sekolah. Yogyakarta: Pinus Book Publisher
Taufiq A.D dan Tri S. 2000. Pedoman Pengelolaan Perpustakaan  Madrasah. Yogyakarta: BEP-FKBA-LPPI

Kamis, 14 Agustus 2014

Pemasangan Majalah Dinding TBM Media Cerdik Purwojati Di Tempat Umum

Pemuda Pakarti. Pengurus TBM Media Cerdik dan Pengurus Pemuda Pakarti telah membuat Majalah Dinding atau papan informasi bagi masyarakat untuk dipasang di tempat umum, Papan juga sudah dibut jadi dengan ukuran 1,5 m x 1, 2 m dibuat dari kayu dan menggunakan kaca, sehingga informasi dapat dibaca bolak -balik atau dua arah.

Pembuatan majalah dinding ini bukti Pemuda Pakarti dibawah bimbingan Yayasan Guru Ngaji Indonesia Cabang Banyumas selalu peduli dengan pembangunan Indonesia khususnya wilayah Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas. Walau banyak mendapat rintangan Pemuda Pakarti selalu melakukan yang terbaik untuk lingkungan.

Pembuatan papan ini menghabiskan dana Rp. 3,000.000,- dari modal sendiri tanpa meminta sumbangan dari masyarakat. sehingga pembuatan ini tidak menyusahkan atau merugkan masyarakat. tentunya operasionalnya yang nantinya akan mengalami kesulitan kalau tidak ada dukungan emerintah, masyarakat, dan usahawan.

Pemasangan TBM ini dipasang di tempat umum yang setiap orang bisa melihatnya , sehingga masyarakat dapat mengambil keuntungan dengan adanya Papan info Papan info ini.

AGEN PENDAFTARAN KULIAH S1 DAN S2 MUDAH DAN MURAH SERTA JASA KONSULTASI DAN KETIK SKRIPSI TESIS DAN LAPORAN PKL SISWA HUB SIMBAH WURI http://raraswurimiswandaru.blogspot.com
Ingin widget ini?