SELAMAT DATANG DI PEMUDA PAKARTI`S BLOG

Blog Informasi dan Pendidikan bagi Pemuda dan Remaja baik bagi Anggota dan Umum untuk Bangun Bangsa Dan Negara.

SELAMAT DATANG DI BLOG PEMUDA PAKARTI

PEMUDA PAKARTI ada untuk dapat berbuat sesuatu untuk lingkungan dan pendidikan.

ISTIQOMAH DALAM PERJUANGAN

Walau Keberadaan kami banyak yang tidak suka karena IRI dengan kemajuan dan perkembangannya namun kami tetap Tegar.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 01 November 2014

Contoh Proposal Penelitian Tindakan Kelas-PTK 1

Judul Penelitian         :     Peningkatan kemampuan anak dalam pembagian dengan menggunakan alat peraga untuk siswa Kelas II Sekolah Dasar. ( Penelitian tindakan kelas pada pembelajaran pembagian di Kelas III SD Negeri 4 Purwojati Kecamatan Purwojati-Banyumas
Bidang Kajian                   :     Penggunaan alat peraga
Pendahuluan
Pada hakekatnya Matematika merupakan Ilmu Deduktif yang Abstrak, sedangkan anak usia Sekolah Dasar relatif berada pada pemikiran konkret dengan kemampuan yang bervariasi, sehingga strategi dan pendekatan psikologis sebagai jembatan sementara adalah salah satu alternatifnya. Dengan perkembangan berpikir anak-anak usia Sekolah Dasar yang relative masih konkret ditambah keanekaragaman intelegensinya serta jumlah populasi siswa SD yang besar dan ditambah lagi dengan Wajib Belajar 9 Tahun, maka faktor-faktor ini harus diperhatikan agar proses pembelajaran Matematika di SD dapat berhasil.
 Matematika bagi siswa SD berguna untuk kepentingan hidup dalam lingkungannya, untuk mengembangkan pola pikirannya, untuk mempelajari ilmu-ilmu yang kemudian. Manfaat Matematika bagi para siswa SD adalah sesuatu yang jelas yang tidak dipersoalkan lagi, leih-lebih pada era pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini. Dan materi yang dipelajari siswa SD harus tercantum dalam Kurikulum Matematika SD yang berlaku saat ini yaitu Kurikulum KTSP 2006. Namun tidak ada salahnya kita mengantisipasi dengan materi-materi yang kemungkinan berkembang di kemudian hari sebagai tuntutan IPTEK.
 Dan topik Aritmatika adalah satu-satunya topik kajian inti Matematika dalam GBPP Matematika SD 1994 yang diajarkan pada setiap Caturwulan / Semester mulai dari Kelas I sampai dengan Kelas VI dengan jumlah jam terbanyak yang diajarkan secara berkesinambungan.
 Pembelajaran yang terdapat dalam Aritmatika terdiri dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Dan materi Aritmatika yang akan kita bahas dalam penelitian ini adalah tentang pembagian. Karena materi pembagian dapat dikategorikan sebagai materi yang cukup suka, maka diperlukan pemahaman yang cukup tinggi, dengan demikian seorang Guru dalam mengajar pembagian harus menyajikan materi awal secara konkret dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah.
 Jadi kesimpulannya bahwa tahap kemampuan berpikir anak usia Sekolah Dasar harus dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat nyata. Untuk memudahkan siswa dalam mempelajari pembagian. Dalam pembelajarannya diperlukan alat-alat peraga yang ada di sekitar mereka.
 Keahlian guru dalam mengelola kelas juga sangat diperlukan seorang guru karena keterampilan tersebut dapat pula menentukan keberhasilan dalam pembelajaran. Dan kesulitan yang dialami siswa pada saat mempelajari materi pembagian disebabkan karena siswa tidak memiliki kemampuan prasyarat atau tidak dipelajari secara berurutan. Berdasarkan temuan tersebut, maka Peneliti berinisiatif untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengurangi kesulitan yang dialami siswa dalam mempelajari pembagian. Dan pemecahan masalah yang dilaksanakan oleh Peneliti adalah dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran pembagian.
 Perumusan dan Pemecahan Masalah            
Perumusan Masalah
Permasalahan yang akan diteliti oleh Peneliti adalah penggunaan alat peraga apa yang dapat meningkatkan kemampuan anak dalam menyelesaikan soal pebagian untuk siswa Kelas II Sekolah Dasar. Masalah tersebut dijabarkan kedalam rumusan yang lebih khusus yaitu :
  1. Mengapa banyak siswa tidak memahami pembagian ?
  2. Bagaimana pemahaman siswa Kelas II Sekolah Dasar dalam pembelajaran pembagian ?
  3. Bagaimana siswa Kelas II Sekolah Dasar menerapkan pemahaman pembagian dalam pemecahan masalah dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran ?
  4. Bagaimana hasil pembelajaran materi pembagian dengan menggunakan alat peraga dalam pembelajaran ?
 Pemecahan Masalah
Untuk memecahkan masalah  tersebut akan dilaksanakan tindakan kelas terdiri dari siklus yang menggunakan alat peraga yang berbeda pada setiap pembelajaran.
Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai. Tahap Penelitian Tindakan Kelas terdiri atas (1) Persiapan program (Planning), (2) Pelaksanakan tindakan (Action), (3) Pengamatan kegiatan pembelajaran (Observation), (4) Evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran (Evaluation), dan (5) Refleksi (Reflection) dalam setiap siklus dengan berpatokan pada refleksi awal.
 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan pemahaman siswa pada materi pembagian dari hasil pembelajaran yang selama ini dilaksanakan.
 Secara khusus penelitian ini berupaya untuk :
  1. Membantu siswa Kelas II Sekolah Dasar dalam memahmi materi pembagian dengan menggunakan benda-benda konkret yang ada disekitar mereka.
  2. Membantu siswa Kelas II Sekolah Dasar dala mengaplikasikan pemahaman pembagian dalam pemecahan masalah.
  3. Siswa memperoleh hasil yang maksimal dari pembelajaran pembagian dengan menggunakan alat peraga atau benda-benda konkret yang ada disekitarnya.
 Manfaat Hasil  Penelitian
Manfaat dari hasil penelitian bagi siswa yaitu :
-          Siswa dapat memahami dari fakta dasar pembagian,
-          Sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan siswa,
-          Dapat membuka cakrawal berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah secara luas dengan alat bantu matematika.
Dari hasil penelitian ini bermanfaat juga bagi Peneliti dan teman sejawat yaitu, mereka menjadi tahu tehnik-tehnik yang dapat dilaksanakan dalam pembelajaran supaya pembelajaran dapat berhasil dengan baik. Sedangkan manfaat bagi Sekolah dari hasil penelitian tersebut yaitu tercapainya standarisasi pembelajaran khususnya kelas yang dijadikan subjek penelitian.
 Kajian Pustaka
Menurut Buku Matematika Kelas II, Terampil Berhitung Matematika untuk SD Kelas II, Karangan Bambang Sutrisno, Halaman 160.
“Pembagian merupakan pengurangan berulang”
 Menurut Buku Referensi, Pembagian yang Mempesona Karangan Lynette Long, Halaman 7.
“Pembagian sebagai pengelompokan adalah proses membagi sesuatu menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok mempunyai nilai yang sama.”Halaman 9.
“Pembagian merupakan pengurangan berulang adalah proses yang pengerjaannya dilakukan dengan berulang kali mengurangi bilangan yang dibagi dengan bilangan pembagi sampai memperoleh 0”.Halaman 12
“Pembagian sebagai kebalikan perkalian yang berarti perkalian merupakan penjumlahan yang berulang, sedangkan pembagian merupakan pengurangan berulang.”
 Prosedur Penelitan
  1. Setting Penelitian
Tempat:  Kelas II SD Negeri SD Negeri 4 Purwojati Kecamatan Purwojati Kabupaten Banyumas
Subjek Penelitian:   Siswa Sekolah Dasar sebanyak 12 siswa
Fokus Penelitian:  Proses pembelajaran pembagian di Kelas II Sekolah Dasar
  1. Langkah Penelitian
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa Kelas II Sekolah Dasar terhadap materi pembagian.
Persiapan
  1. 1.      Permintaan izin Kepala SD Negeri 4 Purwojati
Permintaan izin diperoleh dengan mudah karena Peneliti termasuk salah satu tenaga pengajar di SD Negeri 4 Purwojati, sehingga Kepala Sekolah dan Guru-guru lainnya memberikan dukungan dalam melaksanakan Penelitian ini.
  1. 2.      Observasi dan wawancara
Kegiatan observasi dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi dan situasi SD Negeri 4 Purwojati secara keseluruhan, terutama siswa Kelas II yang akan dijadikan sebagai subjek penelitian.
  1. 3.      Identifikasi Permasalahan
Kegiatan ini dimulai dari menelaah Kurikulum KTSP Mata Pelajaran Matematika Kelas II Sekolah Dasar, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator, Hasil belajar yang diinginkan, Materi ( pokok bahasan dan sub pokok bahasan ), dan buku sumber.
  1. 4.      Merumuskan Metode Pebelajaran dan alat peraga yang akan digunakan untk meningkatkan pemahaman siswa tehadap materi pembagian di Kelas II Sekolah Dasar
  2. 5.      Membuat rencana pembelajaran
  3. Menyusun teknik pemantauan pada setap tathapan penelitian.
 Pelaksanaan
Pelaksanaan penelitian disesuikan dengan rencana yang telah dibuat sebelumnya. Pelaksanaan tindakan teridiri dari proses belajar mengajar, evaluasi, dan refleksi yang dilakukan pada setiap siklusnya.
  1. Rancangan Penelitian
Secara lebih rinci rencana tindakan setiap siklusnya dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. A.          Siklus I
Tindakan 1
Materi                             :     Pembagian
                                             – Ingatan pembagian
Media                             :     Buku Matematika kelas II
Pembelajaran                  :     Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat dilanjutkan dengan penjelasan guru tentang materi pembagian dengan cara ingatan pembagian.
Evaluasi                          :     Dilakukan selama proses pembelajaran dalam bentuk LKS.
Tindakan 2                    
Evaluasi secara individu dengan materi yang sama pada tindakan 1
Tindakan 3                    
Tindakan 3 dilakukan apabila tingkat pemahaman siswa terhada materi yang diajarkan kurang dari 75%.
  1. B.           Siklus II
Tindakan 1
Materi                             :     Pembagian
                                             – Pembagian sebagai pengelompokan
Media                             :     Buku Matematika kelas II, makanan kecil, piring saji kecil, dan piring saji besar
Pembelajaran                  :     Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat yang dilanjutkan dengan penjelasan guru tentang materi ajar dengan menggunakan alat peraga yang telah disediakan.
Evaluasi                          :     Dilakukan selama proses pembelajaran dalam bentuk LKS.
Tindakan 2                    
Evaluasi secara individu dengan materi yang sama pada tindakan 1
Tindakan 3                    
Tindakan 3 dilakukan apabila tingkat pemahaman siswa terhada materi yang diajarkan kurang dari 75%.
  1. C.          Siklus III
Tindakan 1
Materi                             :     Pembagian
                                             – Pembagian sebagai pengurangan berulang
Media                             :     Buku Matematika kelas II, klip kertas, pensil, dan kertas.
Pembelajaran                  :     Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat yang dilanjutkan dengan penjelasan guru tentang materi dengan menggunakan alat bantu yang telah disediakan.
Evaluasi                          :     Dilakukan selama proses pembelajaran dalam bentuk LKS.
Tindakan 2                    
Evaluasi secara individu dengan materi yang sama pada tindakan 1
Tindakan 3                    
Tindakan 3 dilakukan apabila tingkat pemahaman siswa terhada materi yang diajarkan kurang dari 75%.
  1. D.          Siklus IV
Tindakan 1
Materi                             :     Pembagian
                                             – Pembagian sebagai kebalikan dari perkalian
Media                             :     Buku Matematika kelas II, pensil, dan kertas.
Pembelajaran                  :     Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat yang dilanjutkan dengan penjelasan guru tentang materi dengan menggunakan alat bantu yang telah disediakan.
Evaluasi                          :     Dilakukan selama proses pembelajaran dalam bentuk LKS.
Tindakan 2                    
Materi                             :     Pembagian
                                             – Menyelesaikan soal cerita yang melibatkan pembagian
Media                             :     Buku Matematika kelas II, Klereng, dan plastik
Pembelajaran                  :     Pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat yang dilanjutkan dengan penjelasan guru tentang materi dengan menggunakan alat bantu yang telah disediakan.
Evaluasi                          :     Dilakukan selama proses pembelajaran dalam bentuk LKS.
Tindakan 3                    
Evaluasi secara individu dengan materi gabungan dari tindakan 1 dan tindakan 2.
Tindakan 3a
Tindakan 3a dilakukan apabila tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan pada tindakan 1 dan tindakan 2 kurang dari 75%.
 Jadwal Kegiatan Penelitian
Kegiatan
Waktu Pelaksanaan ( Bulan )
I
II
III
IV
V
Vi
Penyusunan laporan      
Pelaksanaan Siklus I
Tindakan 1
Tindakan 2
Tindakan 3
      
Pelaksanaan Siklus II
Tindakan 1
Tindakan 2
Tindakan 3
      
Pelaksanaan Siklus III
Tindakan 1
Tindakan 2
Tindakan 3
      
Pelaksanaan Siklus IV
Tindakan 1
Tindakan 2
Tindakan 3
Penyusunan dari hasil penelitian
      
Laporan hasil penelitian      
Daftar Pustaka
Bambang Sutrisno (2001), Terampil Berhitung Matematika Untuk SD Kelas II, Erlangga.
Igak Wardhani, Kuswaya Wihardit (2008), Penelitian Tindakan Kelas, Universitas Terbuka.
Prof. Dr. Mungin Edy Wibowo, M. Pd. Kons. (2008), Silabus Tematik Kelas II, Departemen Pendidikan Nasional.
 Lembar Pengesahan
1.      Judul                                 :     Pengingkatan kemampuan anak dalam pembagian dengan menggunakan alat peraga untuk siswa Kelas II Sekolah Dasar
2.      Identitas Peneliti               :
         Nama                                 :
         Tempat Tgl. Lahir             :
         Jabatan                              :     Guru
         Unit Kerja                         :     SD Negeri 4 Purwojati
3.      Lokasi Penelitian               :     SD Negeri 4 Purwojati
4.      Lama Penelitian                :     2  Bulan
5.      Biaya Penelitian                :     Swadana
                                                                                      Purwojati,  Januari 2014
                       Teman Sejawat,                                                  Peneliti,
                           ........................                                                        
               NIP.
Mengetahui,  Kepala SD Negeri 4 Purwojati,
.........................

Kamis, 23 Oktober 2014

Cara Membuat Pelet Ikan Sendiri

Bahan-Bahan Untuk Pakan Buatan
  1. Bahan Hewani
    1. Tepung Ikan
      Bahan baku tepung ikan adalah jenis ikan rucah (tidak bernilai ekonomis) yang berkadar lemak rendah dan sisa-sisa hasil pengolahan. Ikan difermentasikan menjadi bekasem untuk meningkatkan bau khas yang dapat merangsang nafsu makan ikan. Lama penyimpanan < 11-12 bulan, bila lebih dapat ditumbuhi cendawan atau bakteri, serta dapat menurunkan kandungan lisin yang merupakan asam amino essensial yang paling essensial sampai 8%. Kandungan gizi: protein=22,65%; lemak=15,38%; Abu=26,65%; Serat=1,80%; Air=10,72%; Nilai ubah=1,5–3.
      Cara pembuatannya:
      1. Ikan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas.
      2. Air perasan ditampung untuk dibuat petis/diambil minyaknya.
      3. Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
    2. Tepung Rebon dan Benawa
      Rebon adalah sejenis udang kecil yang merupakan bahan baku pembuatan terasi. Benawa adalah anak kepiting laut. Rebon dan Benawa muncul pada awal musim hujan di sekitar muara sungai, mengerumuni benda yang terapung.
      Cara pembuatan:
      1. Bahan direbus sampai masak, diwadahi karung, lalu diperas;
      2. Ampasnya dikeringkan dan digiling menjadi tepung. Kandungan gizi: Protein: Udang rebon=59,4% (udang rebon), 23,38% (benawa); Lemak =3,6% (Udang rebon), 25,33% (Benawa); Karbohidrat 3,2% (Udang rebon), 0,06% (benawa); Abu=11,41% (Benawa); Serat=11,82% (Benawa); Air=21,6% (Udang rebon); 5,43% Benawa ,Nilai ubah: Benawa=4–6 
    3. Tepung Kepala Udang
      1. Bahan yang digunakan adalah kepala udang, limbah pada proses pengolahan udang untuk ekspor.
      2. Cara pembuatannya:
        1. Bahan direbus, dijemur sampai kering dan digiling;
        2. Tepung diayak untuk membuang bagian-bagian yang kasar dan banyak mengandung kitin.
      3. Kandungan gizinya: Protein= 53,74%; Lemak= 6,65%; Karbohidrat= 0%; Abu= 7,72%; Serat kasar= 14,61%; Air= 17,28%.
    4. Tepung Anak Ayam
      1. Bahan: anak ayam jantan dari perusahaan pembibitan ayam petelur.
      2. Cara pembuatan:
        • Anak-anak ayam dimatikan secara masal, bulu-bulunya dibakar dengan lampu semprot. Kemudian direbus sampai kaku (setengah masak).
        • Diangin-anginkan sampai kering dan digiling beberapa kali sampai halus. Hasil gilingan yang masih basah disebut pastadan dapat langsung digunakan.
        • Pasta dapat dikeringkan dan digiling menjadi tepung.
      3. Kandungan gizinya: Protein=61,65%, Lemak=27,30%, Abu=2,34%, Air=8,80%, Nilai ubah=5–8. Juga mengandung hormon, enzim, vitamin, dan mineral yang dapat merangsang nafsu makan dan pertumbuhan.
    5. Tepung Kepompong Ulat Sutra
      1. Bahan: kepompong ulat sutra yang merupakan limbah industri pemintalan benang sutra alam.
      2. Kandungan gizinya: Protein= 46,74%, Lemak= 29,75%, Abu= 4,86%, Serat= 8,89%, Air= 9,76%, Nilai ubah= 1,8.
    6. Ampas Minyak Hati Ikan
      1. Bahan: amapas hati ikan yang telah diperas minyaknya.
      2. Cara pembuatannya:
        1. digunakan sebagai pasta, karena kandungan lemaknya tinggi, sehingga sukar dikeringkan.
        2. Digiling halus sampai bentuknya seperti pellet.
      3. Kandungan gizinya: Protein= 25,08%, lemak= 56,75%, Abu= 6,60%, Air=12,06%, Nilai ubah= 8.
    7. Tepung Darah
      1. Bahan: darah, limbah dari rumah pemotongan ternak.
      2. Cara pembuatanny: darah beku yang masih mentah dimasak dan dikeringkan, kemudian digiling menjadi tepung.
      3. Kandungan gizinya: Protein= 71,45%, Lemak= 0,42%,Karbohidrat= 13,12%, Abu= 5,45%, Serat= 7,95%, Air= 5,19. Proteinnya sukar dicerna, sehingga penggunaannya untuk ikan < 3% dan untuk udang < 5%.
    8. Silase Ikan
      1. Bahan: ikan rucah dan limbah pengolahan.
      2. Silase adalah hasil olahan cair dari bahan baku asal ikan/limbahnya.
      3. Cara pembuatan:
        1. Bahan dicuci, dicincang kecil-kecil, kemudian digiling. Hasil gilingan direndam dalam larutan asam formiat 3% 24 jan, kemudian diperas.
        2. Air perasan ditampung dan lapisan minyak yang mengapung di lapisan atas disingkirkan.
        3. Cairan yang bebas minyak dicampur dengan ampas dan ditambah asam propionat 1%, untuk mencegah tumbuhnya bakteri / cendawan dan menambah daya awet ± 3 bulan dengan pH ± 4,5.
        4. Bahan diperam selama 4 hari dan diaduk 3- 4 kali sehari.
        5. Bahan cair yang bersifat asam dapat dicampur dengan dedak, ketela pohon/tepung jagung dengan perbandingan 1:1, dikeringkan dan digunakan untuk campuran dalam ramuan makanan.
      4. Kandungan gizinya: Protein=18-20%, Lemak=1-2%, Abu=4-6%, Air=70- 75%, Kapur=1-3%, Fosfor=0,3-0,9%.
    9. Arang Bulu Ayam dan Tepung Tulang
      1. Bahan: arang bulu ayam, tulang ternak.
      2. Cara pembuatan: Tulang dipotong sepanjang 5-10 cm, direbus selama 2-4 jam dengan suhu 100 ° C, kemudian dihancurkan hingga menjadi serpihan-serpihan sepanjang 1-3 cm. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar. Pemisahan selatin dengan jalan pemanasan 3 tahap, yaitu pada suhu 60 ° C selama 4 jam, suhu 70 ° C selama 4 jam, dan 100 ° C selama 5 jam. Pemrosesan selatin. Tulang dikeringkan pada suhu 100 ° C, sampai kadar airnya tinggal 5% dan digiling hingga menjadi tepung. Pengemasan dan penyimpanan.
      3. Kandungan gizinya: Protein=25,54%, Lemak=3,80%, Abu=61,60%, Serat=1,80%, Air=5,52%.
    10. Tepung Bekicot
      1. Bahan: daging bekicot mentah dan daging bekicot rebus.
      2. Cara pembuatan: Daging bekicot dikeringkan lalu digiling. Untuk campuran makanan sebesar 5-15%.
      3. Kandungan gizi: Protein=54,29%, Lemak=4,18%, Karbohidrat=30,45%, Abu=4,07%, Kapur=8,3%, Fosfor=20,3%, Air=7,01.
    11. Tepung Cacing Tanah
      1. Dapat menggantikan tepung ikan, dapat diternak secara masal.
      2. Jumlah penggunaan dalam ramuan 10-25%.
      3. Cara pembuatan: Cacing dikeringkan lalu digiling.
      4. Kandungan proteinnya 72% dan mudah diserap dinding usus.
    12. Tepung Artemia
      1. Dapat menggantikan tepung ikan/kepala udang.
      2. Kandungan protein (asam amino essensial) untuk burayak 42% dan dewasa 60%, sedangkan asam lemak tak jenuh untuk burayak 20% dan dewasa 10%. Daya cernanya tinggi.
    13. Telur Ayam dan Itik
      1. Bahan: telur mentah atau telur rbus.
      2. Penggunaan: Telur mentah langsung dikopyok dan dicampur dengan bahan lain. Telur rebus, diambil kuningnya, dihaluskan dan dilarutkan sampai membentuk emulsi atau suspensi. 
      3. Kandungan gizinya: Protein=12,8%, Lemak=11,5%, Karbohidrat=0,7%, Air=74%.
    14. Susu
      1. Bahan: tepung susu tak berlemak (skim).
      2. Kandungan gizi: Protein=35,6% Lemak=1,0% Karbohidrat=52,0%, Air=3,5%
  2. Bahan Nabati
    1. Dedak
      Bahan dedak padi ada 2, yaitu dedak halus (katul) dan dedak kasar. Dedak yang paling baik adalah dedak halus yang didapat dari proses penyosohan beras, dengan kandungan gizi: Protein=11,35%, Lemak=12,15%, Karbohidrat=28,62%, Abu=10,5%, Serat kasar=24,46%, Air=10,15%, Nilai ubah= 8.
    2. Dedak Gandum
      Bahan: hasil samping perusahaan tepung terigu. Tepung yang paling baik untuk pakan ikan adalah “wheat pollard” dengan kandungan gizi: Protein=11,99%, Lemak=1,48%, Karbohidrat=64,75%, Abu=0,64%, Serat kasar=3,75%, Air=17,35%, Nilai ubah=2-3.
    3. Jagung
      Terdapat 2 jenis, yaitu: (1) Jagung kuning, mengandung protein dan energi tinggi, daya lekatnya rendah; (2) Jagung putih, mengandung protein dan enrgi rendah, daya lekatnya tinggi. Sukar dicerna ikan, sehingga jarang digunakan.
    4. Cantel/Sorgum
      Berwarna merah, putih, kecoklatan. Warna putih lebih banyak digunakan. Mempunyai zat tanin yang dapat menghambat pertumbuhan, sehingga harus ditambah metionin/penyosohan yang lebih baik. Kandungan gizi: Protein=13,0%, Lemak=2,05%, Karbohidrat=47,85%, Abu=12,6%, Serat kasar= 13,5%, Air=10,64%, Nilai ubah2-5.
    5. Tepung Terigu
      Berasal dari biji gandum, berfungsi sebagai bahan perekat dengan kandungan gizi: Protein=8,9%; Lemak=1,3%; Karbohidrat=77,3%; Abu=0,06%; Air=13,25%.
    6. Tepung Kedele
      Keuntungan: mengandung lisin asam amino essensial yang paling essensial dan aroma makanan lebih sedap, penggunaannya ± 10%. Kekurangan: mengandung zat yang dapat menghambat enzim tripsin, dapat dikendalikan dengan cara memasak. Kandungan gizi: Protein: 39,6%, Lemak=14,3%, Karbohidrat=29,5%, Abu=5,4%, Serat=2,8%, Air=8,4%, Nilai ubah=3-5.
    7. Tepung Ampas Tahu
      Kandungan gizinya: Protein=23,55%, Lemak=5,54%, Karbohidrat=26,92%, Abu=17,03%, Serat kasar=16,53%, Air=10,43%.
    8. Tepung Bungkil Kacang Tanah
      Bungkil kacang tanah adalah ampas pembuatan minyak kacang. Kelemahannya: dapat menyebabkan penyakit kurang vitamin, dengan gejala sirip tidak normal dan dapat dicegah dengan membatasi penggunaannya. Kandungan gizi: Protein=47,9%, Lemak=10,9%, Karbohidrat =25,0%, Abu=4,8%, Serat kasar=3,6%, Air=7,8%, Nilai ubah=2,7-4.
    9. Bungkil Kelapa
      Bungkil kelapa adalah ampas dari proses pembuatan minyak kelapa. Sebagai bahan ramuan dapat dipakai sampai 20%. Kandungan gizi: Protein=17,09%, Lemak=9,44%, Karbohidrat=23,77%, Abu=5,92%, Serat kasar=30,4%, Air=13,35%.
    10. Biji Kapuk/Randu
      Bahan: bungkil kapuk yang telah diambil minyaknya. Kelemahannya: Mengandung zat siklo-propenoid yang bersifat racun bius. Penggunaannya < 5%. Kandungan gizinya: Protein=27,4%, Lemak=5,6%, Karbohidrat=18,6%, Abu=7,3%, Serat kasa=25,3%, Air=6,1 %.
    11. Biji Kapas
      Bahan: bungkil dari pembuatan minyak. Kelemahannya: mengandung zat gosipol yang bersifat sebagai racun, yaitu merusak hati dan perdarahan/pembengkakan jaringan tubuh. Untuk penggunaannya harus dimasak dulu. Kandungan gizi: Protein=19,4%, Lemak=19,5%, Asam lemak linoleat=47,8%, Asam lemak palmitat=23,4%, Asam lemak oleat=22,9%.
    12. Tepung Daun Turi
      Kelemahannya: mengandung senyawa beracun : asam biru (HCN), lusein, dan alkoloid-alkoloid lainnya. Kandungan gizinya: Protein=27,54%, Lemak=4,73%, Karbohidrat=21,30%, Abu=20,45%, Serat kasar=14,01%, Air=11,97 %.
    13. Tepung Daun Lamtoro
      Kelemahannya: mengandung mimosin, dalam pemakaiannya < 5% saja. Kandungan gizinya: Protein=36,82%, Lemak=5,4%, Karbohidrat=16,08%, Abu=1,31%, Serat kasar=18,14%, Air=8,8%.
    14. Tepung Daun Ketela Pohon
      Kelemahannya: racun HCN/asam biru. Kandungan gizi: Protein=34,21%, Lemak=4,6%, Karbohidrat=14,69%, Air=0,12.
    15. Isi Perut Besar Hewan Memamah biak
      Bahan: dari rumah pemotongan ternak. Cara pembuatan: dikeringkan, digiling sampai menjadi tepung. Kandungan gizinya: Protein=8,39%, Lemak=5,54%, Karbohidrat=33,51%, Abu=17,32%, Serat kasar=20,34%, Air=14,9%, Nilai ubah=2.
  3. Bahan Tambahan
    1. Vitamin dan Mineral
      1. Cara memperoleh: dari toko penjual makanan ayam (poultry shop) yang sudah dikemas dalam bentuk premiks (premix).
      2. Premix tersebut mengandung vitamin, mineral, dan asam-asam amino tertentu.
      3. Contoh-contoh merek dagang:
        • Top mix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), 2 asam amino essensial (metionin dan lisin) dan 6 mineral (Mn, Fe, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan (BHT)
        • Rhodiamix: mengandung 12 macam vitamin (A, D, E, K, B kompleks), asam amino essensia metionin, dan 8 mineral (Mg, Fe, Mo, Ca, J, Zn, Co dan Cu), serta antioksidan.
        • Mineral B12: mengandung tepung tulang, CaCO3, FeSO4, MnSO4, KI, CuSO4, dan ZnCO3, serta vitamin B12 (sianokobalamin).
        • Merek lain: Aquamix, Rajamix U, Pfizer Premix A, Pfizer Premix B.
          Penggunaannya : Untuk ikan 1-2% dan untuk udang 10-15%.
    2. Garam Dapur (NaCl)
      1. Fungsi: sebagai bahan pelezat (gurih), mencegah terjadinya proses pencucian zat-zat lain yang terdapat dalam ramuan makanan ikan.
      2. Penggunaannya cukup 2%.
    3. Bahan Perekat
      1. Contoh bahan perekat: agar-agar, gelatin, tepung terigu, tepung sagu, dll. Yang paling baik adalah tepung kanji dan tapioka.
      2. Penggunaannya cukup 10%.
    4. Antioksidan
      1. Bahan: fenol, vitamin E, vitamin C, etoksikulin (1,2dihydro-6-etoksi-2,2,4 trimethyquinoline), BHT (butylated hydroxytoluena), dan BHA (butylated hydroxyanisole). 
      2. Penggunaannya: etoksikulin 150 ppm, BHT dan BHA 200 ppm. 
    5. Ragi dan Ampas Bir
      1. Ragi adalah sejenis cendawan yang dapat merubah karbohidrat menjadi alkohol dan CO2.
      2. Macam ragi: ragi tape, ragi roti, dan bir.
      3. Kandungan gizi: Protein=59,2%, Lemak=0, Karbohidrat=38,93%, Abu=4,95%, Serat kasar=0, Air=6,12%.
      4. Ampas bir merupakan limbah pengolahan bir.
      5. Kandungan gizinya: Protein=25,9%, Serat kasar=15%
      6. Penggunaannya: ampas bir basah 3-6% dan kering 10%.sumberhttp://www.iptek.net.id/

Senin, 20 Oktober 2014

Cara Membuat EM 4 dan EM 5



MEMPERBANYAK DAN MEMBUAT EM 4

1. 1. RESEP 1

Bahan baku
• em4 =1 liter
• air gula merah =1/2 kg+ 1 liter air
• sari buah nenas(4 buah)+38 liter
• jeregen isi 40 liter
• campur semua dalam wadah jeregen—–tutup rapat selama 1 minggu —-siap pakai
1. 2. RESEP II
Alat dan Bahan
1. 3 liter cairan EM4 (3 botol @ 1 liter)
2. Drum Plastik 200 liter
3. 500 gr gula merah / putih
4. 180 liter air
5. 0.5 Kg terasi yang sudah dicairkan dengan air secukupnya (opsional untuk hasil yang lebih baik)

Pembuatan
1. Ambil air secukupnya untuk melarutkan 500 gram gula merah / putih
2. Masukkan air kedalam drum plastik 200 liter
3. Tambahkan 3 liter cairan EM4
4. Masukkan larutan gula merah / putih
5. Masukkan 0.5 Kg larutan terasi (opsional)
6. Aduk merata
7. Tutup drum plastik – diamkan (fermentasi) selama 1 minggu
Petunjuk Penggunaan
1. Campurkan 1 liter EM4 yang sudah ‘matang’ dengan 10 s/d 15 liter air bersih
2. Siramkan larutan tersebut ke 500 Kg bahan organik yang hendak dikomposkan
3. Sisa EM4 yang nantinya tersisa sekitar 4 – 5 liter di dalam drum dapat kembali dibiakkan dengan menambahkan air gula dan terasi (opsional) mengikuti cara pembuatan di atas.
Sebenarnya ada cara lain yang juga dapat memperbanyak EM 4, namun kita tampilkan dulu yang praktis dan kuantitas yang lebih banyak.
MEMBUAT EM 4 SENDIRI
Jika kita harus membeli EM4 tersebut harganya lumayan mahal, padahal ada berbagai cara untuk membuat EM4 sendiri dengan harga bahan baku yang sangat murah. Salah satu caranya adalah sebagai berikut:
1. A. RESEP I
BAHAN:
1. Pepaya matang atau kulitnya 0,5 kg
2. Pisang matang atau kulitnya 0,5 kg
3. Nanas matang atau kulitnya 0,5 kg
4. Kacang panjang segar 0,25 kg
5. Kangkung air segar 0,25 kg
6. Batang pisang muda bagian dalam 1,5 kg
7. Gula pasir 1 kg
8. Air tuak dari nira 0,5 liter
CARA PEMBUATAN:
1. Pepaya, pisang, nanas, kacang panjang, kangkung dan batang pisang muda dihancurkan hingga ukuran menjadi agak halus. Buah harus yang sudah matang atau dapat juga digunakan kulit buah yang tidak dimakan.
2. Setelah dihancurkan, campuran bahan tersebut dimasukkan dalam ember.
3. Campurkan gula pasir dan tuak dalam ember tadi dan aduk hingga rata.
4. Wadah ditutup rapat dan disimpan selama 7 hari
5. Setelah 7 hari larutan yang dihasilkan dikumpulkan secara bertahap setiap hari hingga habis.
6. Larutan tersebut disaring dan dimasukkan kedalam wadah yang tertutup rapat. Larutan tersebut adalah EM4 yang siap digunakan dan dapat bertahan hingga 6 bulan.
7. Ampas dari hasil penyaringan larutan bisa digunakan sebagai pupuk kompos.
SUMBER MIKROORGANISME PENGURAI ( UNSUR BAKTERI DALAM EM 4 )
Untuk mempercepat pembuatan pupuk organik atau kompos kita biasanya menggunakan mikroorganisme pengurai.Bahan untuk kompos juga berfariasi, ada dedaunan, kotoran ayam, kotoran kambing, kotoran sapi, limbah jamur, jerami dll.Yang perlu diketahui adalah bahwa sebuah mikroorganisme pengurai mempunyai sifat spesifik dalam menguraikan bahan organik tersebut artinya tidak semua bahan organik dapat dihancurkan/ diurai oleh sebuah mikroorganisme. Oleh karena itu perlu diketahui jenis dan sumber mikroorganisme pengurai yang tepat agar bahan organik sebagai media kompos/ pupuk organik dapat terurai.
Mikroorganisme pengurai yang dalam bentuk jadi kita mengenalnya sebagai EM4. Kali ini akan sedikit membedakan fungsi dari masing-masing bahan pembuat EM4 tersebut, sehingga ada kesesuaian antara bahan organik sebagai bahan pupuk organik denga mikroorganisme yang akan kita gunakan untuk menguraikannya.
Berikut beberapa bahan sebagai sumber mikroorganisme pengurai:
1. Nanas/ kulit nanas : Anona berfungsi sebagai penghancur benda keras
2. Pisang/ kulit pisang : Lactobacillus sebagai penghancur dedaunan
3. Tempe : Saccaromyces sebagai penghancur kotoran
4. Buah yang lain: Rhyzopus sebagai penghancur minyak
Cara Membuat sumber mikroorganisme pengurai dan cara menggunakannya:
1. Campurkan 1 liter air matang dengan 2 sendok makan gula pasir.
2. Bahan sumber mikro organisme dihancurkan dengan blender atau di tumbuk.
3. Masukkan dalam botol/ wadah dan ditutup rapat
4. Biarkan selama 3 hari
5. Setelah 3 hari bahan tersebut siap digunakan.
6. Masing-masing bahan diambil 0,25 gelas (100 ml) dicampur dengan 15 air dan campur dengan bahan organik yang akan dibuat kompos.
1. B. RESEP II
Bahan :
1. Air cician beras ( leri ) = 5 liter
2. Air kelapa = 5 liter
3. Cincangan halus sampah sayur = 3 kg
4. Kulit Jeruk = seadanya
5. Ragi tempe = 1 butir
6. Cairan Gula Jawa/Merah = 1 kg
Cara membuat :
Semua bahan dicampur dan di aduk rata. Tutup rapat dengan perlakuan setiap 4 hari tutup dibuka untuk mengeluarkan gas. Pada hari ke -17 EM4 sudah jadi.
1. C. RESEP III
Bahan:
1. Gula pasir/merah = 1kg
2. Terasi = ¼ kg
3. Dedak = 1 ½ kg
4. Ragi tape = 15 butir
5. Air biasa = 5 liter
Cara membuat :
Air di rebus sampai mendidih lalu angkat dari tungku lalu campur terasi, dedak dan gula pasir aduk samapi rata. Tunggu 3-4 jam setelah larutan dingin lalu masuk kan ragi tape yang sudah di tumbuk halus. Masukkan dalam ember tertutup rapat simpan di tempat lembab. Kurang lebih 15 hari EM4 siap di gunakan.
Cara Memperbanyak Em-4

Alat dan Bahan
– Tetes tebu 3 Liter
– Em-4 2 Liter
– Air 95 Liter
– Kantung plastic / drum (ada tutup)
– Tali

Cara Pembuatan
• Dicampur air, tetes tebu dan em-4
• Diikat atau ditutup
• Dibiarkan selama kurang lebih 2 minggu

Keuntungan Penggunaan Probiotik/Em-4
• Menigkatkan pertumbuhan ikan
• Meningkatkan nutrisi pakan
• Meningkatkan kesehatan
• Mengurangi penyakit dalam perairan
• Menjaga kualitas air
• Mengurangi bau air
PUPUK CAIR PERANGSANG PERTUMBUHAN DAN BUAH
12
Bahan:
– Mangga matang = 1 buah
– Pepaya matang = 1 buah
– Pisang ambon = 2 buah
– Nenas = 1 buah
– Tomat = 1,4 kg
– Air = 1 liter
Cara membuat:
– Buah-buahan di blender hingga halus ( nanas dikupas dulu kulitnya ).
– Campurkan semua bahan dengan air.
– Kocok/aduk hingga merata.
– Peras lalu ambil airnya.
– Air perasan tersebut ditutup rapat dan diamkan selama 1 minggu.
Aplikasi:
– Semprotkan pada saat umur tanaman 10 dan 25 hari lalu pada saat tanaman memunculkan bunga pertama.
– Dosis 250 cc / 15 liter air.
INSEKTISIDA TEKNOLOGI EM5
Bahan:
– EM4 = 100 ml
– Molase/gula = 100 ml/ 0,5 ons
– Cuka makan kadar 5% = 100 ml
– ALkohol kadar 40% = 100 ml
– Air cucian beras pertama = 1 liter
Cara membuat:
– Campurkan semua bahan.
– Tutup rapat dan simpan di tempat teduh dan gelap.
– Selama 15 hari setiap pagi dan sore larutan di kocok dan di buka tutupnya ( untuk mengeluarakan gas ).
– Selama 5 hari biarkan tertutup.
– EM 5 siap digunakan.
– Larutan ini dapat bertahan hingga kurang lebih 3 bulan.
Aplikasi:
– 150 – 250 cc / 15 liter air.
– Tambahkan 10 cc larutan gula setiap akan menyemprot.
Catatan:
– Hati-hati terhadap tanaman muda dan rentan karena larutan ini mengandung alcohol.
– Mencampurnya dengan ekstrak tanaman anti hama saat pembuatan sangat di anjurkan supaya lebih efektif lagi.
PUPUK CAIR PERANGSANG PERTUMBUHAN DAN BUAH

Bahan:
– Mangga matang = 1 buah
– Pepaya matang = 1 buah
– Pisang ambon = 2 buah
– Nenas = 1 buah
– Tomat = 1,4 kg
– Air = 1 liter
Cara membuat:
– Buah-buahan di blender hingga halus ( nanas dikupas dulu kulitnya ).
– Campurkan semua bahan dengan air.
– Kocok/aduk hingga merata.
– Peras lalu ambil airnya.
– Air perasan tersebut ditutup rapat dan diamkan selama 1 minggu.
Aplikasi:
– Semprotkan pada saat umur tanaman 10 dan 25 hari lalu pada saat tanaman memunculkan bunga pertama.
– Dosis 250 cc / 15 liter air.
INSEKTISIDA TEKNOLOGI EM5
Bahan:
– EM4 = 100 ml
– Molase/gula = 100 ml/ 0,5 ons
– Cuka makan kadar 5% = 100 ml
– ALkohol kadar 40% = 100 ml
– Air cucian beras pertama = 1 liter
Cara membuat:
– Campurkan semua bahan.
– Tutup rapat dan simpan di tempat teduh dan gelap.
– Selama 15 hari setiap pagi dan sore larutan di kocok dan di buka tutupnya ( untuk mengeluarakan gas ).
– Selama 5 hari biarkan tertutup.
– EM 5 siap digunakan.
– Larutan ini dapat bertahan hingga kurang lebih 3 bulan.
Aplikasi:
– 150 – 250 cc / 15 liter air.
– Tambahkan 10 cc larutan gula setiap akan menyemprot.
Catatan:
– Hati-hati terhadap tanaman muda dan rentan karena larutan ini mengandung alcohol.
– Mencampurnya dengan ekstrak tanaman anti hama saat pembuatan sangat di anjurkan supaya lebih efektif lagi.

MOL ( MIKRO ORGANISME LOKAL )
MOL selain berfungsi sebagai activator dekomposisi bahan-bahan organic, ia juga berperan sebagai penyedia unsure hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Berikut macam-macam MOL dari bahan yang murah dan mudah didapat.
1. 1. MOL dari buah-buahan
Bahan :
– Buah-buahan busuk = 5 kg
– Air kelapa = 10 butir
– Gula jawa = 1 kg
Cara membuat:
– Haluskan buah-buahan ( ditumbuk atau diparut ).
– Campurkan semua dalam wadah tertutup.
– Tutup rapat dan diamkan selam 2 minggu.
– Sebagai saluran aerasi buat lubang kecil seukuran selang pada tutup wadah dan di beri botol air mineral 500 ml yang telah di isi air setengahnya pada ujung selang yang lain.
Aplikasi:
– 1 : 5 untuk pengomposan
– 1 : 30 untuk penyemprotan ke tanaman ( 2 minggu sekali ).

1. 2. MOL Tapai (tape)
Bahan :
– Tapai (tape) = 1 ons
– Air = kurang lebih 1,2 liter
– Botol air mineral 1,5 liter
– Gula psir = 5 sendok makan
Cara membuat:
– Masukkan semua ahan kedalam botol.
– Kocok-kocok sebentar agar campuran merata.
– Biarkan tanpa ditutup selama 4-5 hari ( usahakan benda atau hewan tidak masuk ke dalam botol).
– MOL siap digunakan.
Aplikasi:
– 1 : 5 untuk pengomposan
– 1 : 15 untuk pengocoran langsung di sekita akar tanaman ( usakan tidak mengenai batang tanaman ).
1. 3. MOL gedebong pisang
Bahan:
– Grdebong pisang = 1 kg
– Gula jawa = 1,5 ons
Cara membuat:
– Gedebong pisang dipotong tipis secara melintang.
– Masukkan semua bahan dalam wadah.
– Tutup dan biarkan selama 2 minggu.
– Setelah 2 minggu ambil airnya dengan cara diperas.
– MOL perasan dari campuran diatas siap digunakan.
Aplikasi:
– 1 : 1.000 untuk pupuk daun.
– 1 : 5 untuk pengomposan.

1. 4. MOL sabut kelapa
Bahan :
– Sabut kelapa
– Air
Cara membuat:
– Masukkan sabut kelapa separuh dari wadahnya.
– Masukkan air sampai hamper penuh.
– Tutup rapat dan diamkan selama 15 hari.
– MOL siap digunakan
Aplikasi:
MOL ini kaya akan unsure Kalium. Kocorkan pada lahan yang akan ditanami dan saat tanaman dalam stadium primordial ( awal tumbuh ).
1. 5. MOL rebung bambu.
Bahan:
– Rebung = 1 kg
– Air cucian beras = 3 liter
– Buah maja = 1 butir
– Gula merah = 1-2 ons
Cara membuat:
– Rebung ditumbuk atau di iris tipis.
– Masukkan semua bahan.
– Tutup rapat dan diamkan selama 15 hari.
– MOL siap digunakan.
Aplikasi;
– 1 : 5 untuk pengomposan
– 1 : 15 untuk penyemrotan pada tanaman.
INSEKTISIDA BEAUVERIA BASSIANA
MENGEMBANGKAN INSEKTISIDA BEAUVERIA BASSIANA
Adapun alat dan bahan yang perlu dipersiapkan untuk mengembangkan Insektisida biologi jamur Beauveria bassiana adalah:
1. Isolat jamur Beauveria bassiana
2. Ember atau baskom kecil
3. Baskom peniris
4. Plastik 1/4 kg dengan ketebalan 0,4 sepuluh buah
5. Lilin lima buah
6. Steples
7. Kawat atau sendok kecil spatula
8. Panci Dandang
9. Alkohol 75 %
10. Air bersih
11. Beras giling atau jagung giling 1 kg
Kalau alat bahan telah lengkap sekarang bersama maspary kita praktekkan cara membuatnya:
1. Cuci bersih beras dan rendam selama 24 jam
2. Tiriskan sampai kering
3. Masukkkan beras kedalam plastik @ 100 gr
4. Lipat ujung plastik
5. Masak beras dengan cara di kukus selama kurang lebih 1,5 – 2 jam
6. Setelah dingin angkat beras tersebut dari panci dandang
7. Nyalakan lilin 5 buah dan letakkan membentuk setengah lingkaran dimeja
8. Masukkan kawat atau sendok spatula kedalam alkohol dan bakar di salah satu lilin tersebut
9. Setelah kawat agak dingin ambil sebagian isolat dalam tabung reaksi dan masukkan kedalam beras
10. Lipat beberapa kali ujung plastik dan steples
11. Letakkan dalam suhu kamar sampai 7-14 hari
12. Jika sudah tumbuh miselium berwarna putih secara penuh berarti insektisida biologi Beauveria bassiana siap digunakan.
Setelah Insektisida biologi Beauveria bassiana telah siap kini saatnya menggunakannya untuk beberapa jenis serangga, wereng, walang sangit, ulat, kumbang dll. Mari kita coba aplikasikan insektisida tersebut bersama Gerbang Pertanian:
1. Ambil salah satu beras dalam plastik yang telah ditumbuhi meselium Beauveria basiana
2. Cuci dengan air 1 liter dengan cara diremas-remas sampai bersih
3. Saring dengan kain, ambil air cuciannya.
4. Campurkan air tersebut dengan air 14 – 17 liter dan masukkan kedalam tangki sprayer.
5. Semprotkan ke tanaman dengan frekuensi 1 minggu sekali. Jika serangan berat bisa seminggu 2 kali.
6. Jangan lupa nyemprotnya sore hari, karena kalau siang hari jamur Beauveria basiana akan mati kepanasan.

MIKORIZA
TEKNIK MEMPERBANYAK MIKORIZA
Mikoriza merupakan suatu hubungan simbiotik mutualisme antara jamur tertentu dengan perakaran tanaman tingkat tinggi.Jamur membantu penyerapan unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman, khususnya unsur P dan N, sedangkan tanaman menyediakan unsur karbon yang dibutuhkan jamur untuk kelangsungan hidupnya.
Mikoriza terdapat hampir di semua tanaman inang, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan.Penyebaran mikoriza sangat luas dan dapat ditemukan di berbagai areal pertanaman di Indonesia, mulai dari daerah pegunungan sampai daerah pantai.
Mikoriza berperan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman dengan bertambahnya kemampuan akar dalam menyerap unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman.Selain itu mikoriza juga berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan patogen akar, ketahanan terhadap kekeringan atau kondisi ekstrim lainnya.
Klasifikasi Mikoriza
Secara umum mikoriza dapat digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu :
Endomikoriza dan Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA)
1. 1. Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA)
Mikoriza dalam kelompok ini dicirikan dengan adanya struktur berupa vesikel dan arbuskul.Vesikel merupakan penggelembungan hifa MVA yang berbentuk bulat dan berfungsi sebagai tempat penyimpan cadangan makanan.
Arbuskul merupakan sistem percabangan hifa yang kompleks, bentuknya seperti akar yang halus.Arbuskul berfungsi sebagai tempat pertukaran nutrisi antara jamur dan tanaman.
MVA termasuk kelompok mikoriza yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pupuk hayati (biofertilizer).Adapun jenis-jenis MVA yang potensial tersebut diantaranya tergolong dalam genus Glomus, Gigaspora, dan Acaulospora.
1. 2. Ektomikoriza
Mikoriza dalam kelompok ini dicirikan dengan adanya struktur berupa mantel hifa (Hartig net) yang berfungsi sebagai tempat pertukaran nutrisi.Mikoriza jenis ini tidak membentuk vesikel maupun arbuskul dan umumnya membentuk badan buah yang tergolong dalam kelas Basidiomycetes atau Ascomycetes.
Persiapan Perbanyakan MVA
Bahan yang perlu dipersiapkan yaitu media tanam (pasir, tanah, arang sekam atau yang lain), starter mikoriza (akar yang bermikoriza atau media yang mengandung spora MVA), benih jagung/sorghum, pupuk cair, pot/bak plastik/polibag, dan kantong plastik. Peralatan yang dibutuhkan antara lain dandang sabluk, cetok, gunting, hand sprayer, kompor, dll.
Produksi MVA
Umumnya produksi MVA yang sering dilakukan adalah dengan menggunakan metode pot kultur, yaitu menanam benih jagung dalam pot-pot atau bak-bak plastik. Tahap produksi MVA diawali dengan sterilisasi media.Media perbanyakan MVA yang berupa pasir/tanah/arang sekam dipanaskan dengan menggunakan dandang sabluk selama 1 – 2 jam. Tujuannya adalah untuk membunuh mikroorganisme yang hidup pada media tanam, sehingga diharapkan kompetisi antara MVA dan mikroorganisme lain menjadi berkurang.
Selanjutnya media dimasukkan ke dalam pot/polibag/bak plastik sampai ¾ volumenya.Tanambenih jagung/sorghum yang telah dikecambahkan terlebih dahulu. Benih jagung yang telah berkecambah akan meningkatkan persentase pertumbuhannya karena media tanam yang digunakan miskin unsur hara. Biarkan benih tumbuh sampai berumur 2 minggu dengan melakukan penyiraman secara teratur menggunakan hand sprayer.
Tahap selanjutnya adalah memasukkan starter mikoriza yang berupa akar yang bermikoriza/spora MVA di sekitar perakaran sebanyak 0,5 – 1 gram. Starter MVA yang dicampurkan minimal mengandung 10-20 spora.
Pemeliharaan
Tahap pemeliharaan dilakukan sampai inang berumur ±2 bulan.Tanaman jagung diletakkan pada suatu tempat yang cukup mendapatkan sinar matahari sambil sesekali dilakukan penyiraman dan pemupukan.Penyiraman tidak perlu dilakukan secara teratur, cukup dengan menjaga kelembapan media tanam.Pemupukan juga dilakukan secukupnya, dengan memilih pupuk cair yang mengandung unsur P rendah. Pemeliharaan tanaman yang telah tumbuh juga meliputi pengamatan terhadap serangan hama dan penyakit. Tanaman yang tampak terserang hama dan penyakit atau tumbuh abnormal segera dicabut dan diganti dengan benih yang baru.
Stressing
Tahap stressing adalah suatu tahapan yang berupa usaha untuk menghambat atau menekan pertumbuhan tanaman inang dengan kondisi tertentu. Tujuannya yaitu untuk memacu MVA membentuk struktur tahan berupa spora. Spora inilah nantinya yang dapat dipanen dan menjadi sumber inokulum (starter mikoriza).
Usaha-usaha stressing yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
Penghentian penyiraman
Setelah selama 2 bulan tanaman inang dipelihara dengan sesekali dilakukan penyiraman, maka pada bulan ketiga dilakukan stressing dengan menghentikan proses penyiraman selama 1 (satu) bulan. Dalam kondisi seperti ini secara otomatis akar tanaman inang akan berusaha keras untuk mendapatkan air. Pada saat inilah simbiosis antara MVA dan akar tanaman inang berjalan optimal. Hifa-hifa MVA akan tumbuh memanjang untuk membantu akar tanaman inang mencari sumber air.
Topping dan pemaparan sinar matahari
Topping atau pemotongan bagian atas tanaman inang dilakukan dengan hanya menyisakan batang bawah ± 1/4nya.Kondisi ini dikombinasikan dengan melakukan pemaparan tanaman inang di bawah bawah sinar matahari. Kondisi seperti ini akan semakin menekan kondisi fisik tanaman inang dan MVA. Perlahan-lahan tanaman inang akan mati sehingga akan mempengaruhi kondisi MVA. Dalam keadaan yang tidak menguntungkan tersebut MVA akan membentuk struktur tahan berupa spora untuk mempertahankan hidupnya.
Pemanenan
Pemanenan dapat dilakukan setelah tanaman inang mengalami stressing selama 1 (satu) bulan atau ± 3 (tiga) bulan sejak tanam awal. Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar tanaman inang dan mengambil bagian akarnya. Akar lalu dipotong kecil-kecil (± 0,5 cm) dan dicampur dengan media tanamnya. Selanjutnya kemas mikoriza beserta media tanamnya dalam kantong plastik dan siap untuk diaplikasikan sebagai pupuk hayati.Bila tidak langsung digunakan maka sebaiknya disimpan dalam lemari es.
Aplikasi di Lapangan
Penggunaan MVA lebih efektif diaplikasikan pada saat pembibitan karena MVA akan segera menginfeksi jaringan akar yang relatif masih muda. Dengan demikian bibit yang akan dipindahkan ke lapang perakarannya telah terlindungi oleh MVA sehingga dapat terhindar dari serangan patogen, khususnya patogen terbawa tanah. Namun dapat pula aplikasi dilakukan pada saat bibit dipindah ke lahan.Caranya yaitu dengan membuat lubang tanam, kemudian mengambil tanahnya dan mencampurnya dengan mikoriza.Dosis yang disarankan minimal 15 – 20 gram/bibit.Aplikasi sebaiknya dilakukan pada waktu sore hari (pukul 16.00 – 17.00 WIB).

Jumat, 17 Oktober 2014

Cara Membuat Herbisida Sendiri



Bumi pada umumnya sangat subur. Saking suburnya rumput-rumput juga sangat cepat pertumbuhannya. Para petani sering mengeluhkan keadaan ini. Betapa tidak, setelah lahan dibersihkan dengan cara ditebas atau dibakar, kalau sudah kena hujan sekali saja rumput lebih cepat menyusul. Tanaman yang ditanam belum besar rumputnya sudah lebih dulu meninggi dan menutupi tanaman.


Biasanya petani banyak mengandalkan racun rumput buatan pabrik yang semakin hari semakin mahal. Untuk membersihkan lahan dari rumput biasanya dilakukan beberapa kali. Kalau rumput tebal biasanya petani membakarnya saja dulu, kemudian dibiarkan sekitar 2 minggu sampai rumput mulai Nampak tumbuh lagi. Setelah itu lahan yang mulai ditumbuhi rumput tadi disemprot dengan racun rumput. Kadang petani menanami dengan tanaman yang dikehendaki sebelum penyemprotan atau yang lebih sering dilakukan setelah penyemprotan.

Setelah penyemprotan racun tersebut biasanya agak lama rumput baru tumbuh, ungkin biji rumput yang masih tersisa sebelumnya dan tidak sempat dimatikanoleh racun rumput pada penyemprotan sebelumnya. Sisa-sisa biji-biji rumput yang ada di tanah ini baru muncul sekitar 2-3 bulan kemudian (tergantung keadaan tanah, jumlah curah hujan, dll.). Pada saat pemunculannya kembali inilah petani menyemprot lagi dengan racun rumput, sebelum rumput-rumput ini sempat mengeluarkan bijinya. Jangan sampai penyemprotan dilakukan terlambat, sehingga biji-biji rumput sempat terhambur.

Demikian cara sebagian petani di Kalimantan, khususnya petani di Nunukan Kalimantan Timur yang pernah penulis temui. Beda dengan Petani di Jawa yang jarang menggunakan racun rumput pada usaha taninya, karena memang lahan yang tidak terlalu luas dan tenaga yang cukup banyak serta ternak yang memerlukan rumput setiap hari sehingga rumput selalu dipotong untuk pakan ternak.

Penggunaan racun rumput yang relative sangat banyak dan sering inilah yang membengkakkan biaya usaha tani para petani di Kalimantan umumnya, Nunukan pada khususnya. Akhirnya banyak cara dilakukan oleh para petani untuk menghemat pengeluaran belanja racun rumput dengan cara mereka sendiri. Paling tidak ada 3 (tiga) cara yang Penulis akan paparkan disini, yang berasal dari pengalaman beberapa petani di Nunukan Kalimantan Timur yang telah Penulis temui.


RESEP 5in1 (Five in One) alias GUS BenSol

Resep ini bisa saja diberi nama Racun Rumput FiO, atau Racun Rumput GUS BenSol. FiO artinya Five in One, sedangkan Gus Bensol maksudnya Garam Urea Sabun serbuk Bensin dan Solar. Mungkin nama yang enak didengar adalah Racun Rumput GUS BenSol, biar keren dan mudah terkenal. Bagaimana?

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Bensin 1 liter
2. Solar 1 liter
3. Garam 1 kg
4. Urea 1 kg
5. Sabun Serbuk 1 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah.
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur.
3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk.
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu.
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).


RESEP Oplosan Three in One (OTiO 12) alias Alur 12

Disebut Racun Rumput OTiO 12 alias Alur 12, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 12 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Kampung Sei Jepun bernama Bapak Mustafa (43) ini diperoleh saat dia bekerja di perkebunan Sawit di Malaysia. Resep ini pun sudah diminta ijinny untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.




Disebut Alur 12 karena bahannya adalah Air Laut sebanyak 12 liter dan Urea, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik yang akan digunakan.

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Air Laut 12 liter
3. Urea 2 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Alumunium atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan air laut dan urea dalam wadah kuali itu kemudian dipanaskan di atas kompor atau tungku kayu bakar.
3. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu sambil terus dipanaskan sampai mendidih. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 12 (Oplosan Three in One) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 12 alias Alur 12 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 13) alias Hervit Top 13
Disebut Racun Rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 3 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat melalui seorang PPL bernama Asri Aziz (33) ini diperoleh saat dia bekerja di sawah dan kebun Kakaonya sendiri. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.

Disebut Bervit Top 13 karena bahannya adalah Vitsin (Vit) 250 gram dan Toak Pahit (ToP) sebanyak 3 liter, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik sebanyak 1 liter menjadi 3 liter.

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Toak Pahit 3 liter
3. Vitsin 250 gram

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Plastik atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan Toak Pahit dan Vitsin dalam wadah kuali itu kemudian diaduk-aduk.
3. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 13 (Hervit Top 13) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

Barangkali Anda juga punya resep yang sama ampuhnya dengan resep di atas. Atau bahkan lebih hebat? Maka jangan malu-malu atau ragu-ragu untuk saling berbagi, agar petani kita lebih makmur dan sejahtera. Sudah waktunya kita membela para Petani agar bisa meminimalkan biaya-biaya usaha taninya. Jangan selalu kita memeras petani dengan bisnis yang mengandung pembodohan terstruktur sekaligus merusak tatanan kelestarian alam.


Sumber : http://kebun-singkong.blogspot.com

Selasa, 14 Oktober 2014

Cara Membuat Ragi Jerami Untuk Pakan Ternak Bebek

Pemuda Pakarti Purwojati. Cara Membuat Ragi Jerami Untuk Pakan Ternak Bebek

Mempostingkan Tulisan ini salah satu bentuk dari Bela Negara Pemuda Pakarti YGNI Purwojati 
Kegiatan Pemuda Pakarti Purwojati Banyumas-YGNI
Kegiatan Pemuda Pakarti Purwojati Banyumas-YGNI

Manfaatkanlah Ragi Tape Jerami. produk ini didesain untuk memfermentasi bahan pakan untuk ternak besar (Ruminansia khususnya) seperti sapi, kambing, kuda, lembu, dan sebagainya. Namun setelah terdapat pengalaman dan informasi tentang kandungan didalamnya ternyata kandungan bakteri aktifnya sangat memungkinkan untuk dipakai memfermentasi pakan bebek yang memang biasanya diberikan dalam keadaan basah (lembab).
Dan diberilah sebuah  resep kilat dan ampuh,  5 gr Ragi Tape Jerami per 10 kg pakan (Yang bersangkutan kemudian meracik pakan berupa bekatul, nasi aking, jagung sisa pipilan yang terbuang, gabah hampa, ampas kelapa). Dengan dibasahi sekedar lembab dengan ramuan ragi, pakan diperam 2 hari di wadah tertutup. Fermentasi dinyatakan selesai manakala muncul salah satu atau lebih dari tanda-tanda berikut ini:
1. Timbul bau wangi karamel (seperti bau gula yang digoreng tanpa minyak).
2. Muncul kapang/jamur berkelompok berwarna putih atau kuning.
3. Saat wadah diraba, terasa temperatur hangat.
Setelah itu, buka tutup wadah untuk dikeringanginkan dan siap dihidangkan ke bebek peliharaan. Jangan ditutup lagi karena bisa menyebabkan proses fermentasi berlanjut. Jika fermentasi terlalu lama, pakan bisa menjadi terlalu lembek dan aromanya menjadi terlalu kuat.
Alhasil, pakan jadi wangi karamel yang membuat para bebek demikian lahap menyantapnya. “Kalaunya tidak saya batasi, bebek-bebek maunya makan terus”‘ ujar Sobat kita tersebut dengan senang. Sekarang tak ada lagi pakan basi karena tidak habis ini masih bisa dimakan besok. Hebatnya, bebek yang telah lepas konsentrat pabrik di akhir minggu 2 ini menunjukkan perkembangan yang amat signifikan. Di umur 1 bulan bobotnya mencapai 500 gr-700 gr. Suatu hal yg belum pernah dialami Rekan kita tersebut selama berternak bebek. Biasanya di umur segitu paling standar bobot 400 gr-450 gr.
Alhamdulillah tingkat serangan snot (dengan gejala kepala bengkak dan pilek) hanya menyerang 10% dari populasi dari biasanya mencapai 50%. Beberapa ekor bebek yang terkena serangan ND (leher melintir) yang biasanya tak tersembuhkan, bisa sembuh  dengan sendirinya.
Semua itu diceritakan secara testimonial  via telepon kepada seorang rekan. Komunikasi herdinbisnis dengan beberapa rekan cukup intens dan terus menerus dalam pengembangan Pertanian Organik, termasuk pengembangan teknologi Pembuatan Pakan alternatif yang efisien dan ampuh semacam ini.

Ada yang baru nieh, beberapa minggu yang lalu (Juni 2012) seorang rekan lain menjelaskan tentang perbandingan bobot itik yang diberi pakan fermentasi semacam ini dengan yang tanpa perlakuan. Hasilnya, bobot itik siap jual bisa mencapai 1500 gram rata-rata.  Hal ini dengan memperhatikan pula proporsionalnya ransum pakan, sebagai berikut :

NO
Jenis
JUMLAH PROSENTASE
Anak
Dara
Induk
1
Karbohidrat
5 %
7 %
9 – 10 %
2
Lemak
4 – 5 %
4 – 5 %
4,5 %
3
Protein
21 %
15- 19 %
18 %

Pakan bebek yang difermentasi dengan Ragi Tape Jerami akan terangkat nilai gizinya. Protein akan terpecah menjadi bentuk yang siap serap tanpa banyak yang terbuang. Nafsu makan bebek menjadi berlipat-lipat. Sistem imunitas bebek akan terbangun lebih baik

Ini semua bisa terjadi karena Ragi Tape Jerami mengandung:
  1. Bakteri Acetobacter yang mampu menghasilkan senyawa selulosa dengan derajat kemurnian yang tinggi.
  2. Jamur Rhizopus yang memproduksi enzim phytase yang mencerna phytates, sehingga meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi, dan kalsium. Proses fermentasi juga mengurangi oligosakarida yang membuat pakan susah dicerna.Tekstur yang dimiliki pakan lebih lunak  karena enzim yang dihasilkan jamur rhizopus selama proses fermentasi meninbulkan perubahan pada protein, lemak, dan karbohidrat. Enzim yang dihasilkan jamur ini `ntara lain lipase, protease dan amilase yang dalam organ pencernaan unggas berfungsi mencernakan lemak, protein dan pati.Jamur Rhizopus memproduksi zat antibiotika alami untuk melawan sejumlah organisme merugikan.
  3. Aspergillus niger yang sejenis jamur yang bersifat fakultatif, dapat berkembang dalam kondisi aerob maupun anaerob. Oleh karena itu, penggunaan mikroba ini untuk fermentasi akan lebih praktis, karena proses fermentasi tidak mesti tertutup rapat. Jamur ini menghasilkan asam sitrat. Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang merupakan senyawa untuk bahan pengawet yang baik dan alami.
Beberapa tips lain - untuk bahan alternatif pakan ternak itik, diantaranya :
  1. Enceng Gondok, bahan ini bisa dicacah sesuai dengan ukuran mulut itik/bebek. Lalu diikutkan dalam pakan fermentasi.
  2. Azolla, bahan ini bisa harus dipastikan kandungan airnya sudah kering. Lalu bisa diikutkan dalam pakan fermentasi.
  3. Ampas tahu, bahan ini juga harus dipastikan kandungan airnya sudah kering. Lalu bisa diikutkan dalam pakan fermentasi.
Mohon pastikan wadah pembuatan Pakan Fermentasi ini dalam keadaan tertutup yang tersedia ruang untuk mengering-anginkan. Keadaan ini bisa dibantu dengan TEMPAT FERMENTASI berupa Karung Bekas Pakan Ternak. Mohon pastikan tidak langsung bersentuhan dengan lantai, agar Ragi Tape Jerami tumbuh sempuna dalam - karena akan menumbuhkan fungi/jamur/kapang yang tidak diinginkan.


Teknik fermentasi ini mendapat dukungan dari hasil penelitian yang dilakukan Litbang Deptan Jawa Barat*.

AGEN PENDAFTARAN KULIAH S1 DAN S2 MUDAH DAN MURAH SERTA JASA KONSULTASI DAN KETIK SKRIPSI TESIS DAN LAPORAN PKL SISWA HUB SIMBAH WURI http://raraswurimiswandaru.blogspot.com
Ingin widget ini?