SELAMAT DATANG DI PEMUDA PAKARTI`S BLOG

Blog Informasi dan Pendidikan bagi Pemuda dan Remaja baik bagi Anggota dan Umum untuk Bangun Bangsa Dan Negara.

SELAMAT DATANG DI BLOG PEMUDA PAKARTI

PEMUDA PAKARTI ada untuk dapat berbuat sesuatu untuk lingkungan dan pendidikan.

ISTIQOMAH DALAM PERJUANGAN

Walau Keberadaan kami banyak yang tidak suka karena IRI dengan kemajuan dan perkembangannya namun kami tetap Tegar.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 09 Oktober 2014

Cara Membuat Ragi dan Tempe Sendiri

Cara membuat Ragi Tempe:
- Tempe diiris tipis2 dan dibuat remah2 kecil lalu dijemur hingga kering
- Setelah benar2 kering, lalu diblender hingga menjadi bubuk

Cara membuat Tempe:
* 2 cups kacang kedelai
* 1 tsp ragi tempe
* 1/2 tsp vinegar (cuka) – berfungsi untuk membunuh bakteri2 lain sehingga hanya bakteri Rhizopus yg berkembang biak
Cara membuat : 
1. Rebus kacang kedelai selama 10 menit lalu didiamkan di air rebusan selama kurang lebih 1 jam, setelah itu kulit ari dikupas
2. Setelah itu kedelai rebus lagi selama 30 menit, tiriskan dan masukkan lagi ke dalam panci sambil di aduk2 dgn api sedang, agar tdk gosong sekitar 5 menit (fungsinya agar airnya menguap dan tempe tdk busuk), dinginkan lalu tabur dengan ragi dan cuka 
3. masukkan ke dalam ziploc atau plastik setelah itu jangan lupa plastik ditusuk dengan 8 lubang di sisi atas dan 8 lubang di sisi bawah, begitu juga di sisi satunya. tujuannya agar ada sirkulasi udara
4. tempe disimpan di tempat tertutup selama 36 jam, setelah itu siap dikonsumsi 

Minggu, 05 Oktober 2014

Cara Membuat Ragi dari Kismis

Bahan-Bahan

  • Kismis 100 gr
  • Air 250 ml
  • 1-2 sdt madu / gula
  • Toples kaca steril (caranya mensterilkan : cuci bersih dengan sabun, rebus di dalam air mendidih selama 5 menit.

Cara Pengolahan

  1. Campur semua bahan ke dalam Toples kaca yang sudah disterilkan
  2. Aduk perlahan sehari sekali , apabila fermentasi sudah dimulai jangan diaduk lagi, karena akan membuat ragi lebih asam.
  3. Fermentasi akan terjadi setelah 4-6 hari pada suhu ruang, lebih baik simpan ragi di dalam kotak sterofoam sehingga suhunya lebih stabil.
  4. Ragi kismis sudah bisa dijadikan ragi biang apabila semua kismis sudah mengapung ke permukaan dan ada banyak gelembung udara.
  5. Saring kismis yang telah terfermentasi , ambil cairannya.
  6. Ragi yang baik memiliki banyak gelembung udara dan terdengar suara dari gelembung2 udara tersebut saat tutup toples dibuka. Aroma ragi akan seperti tape segar dan manis, terlihat koloni mikroorganisme berwarna putih di dasar toples, cairan ragi berasa tidak terlalu asam.
  7. Setelah proses ini selesai, saatnya kita membuat RAGI BIANG agar didapat ragi yang alami, lebih kuat dan lebih murni. Caranya gampang banget kok tinggal menambahkan air, tepung dan garam beberapa kali. Yuk disimak cara buat Ragi Biang-nya.
Note:
  • Jangan menutup toples terlalu rapat, karena dapat meledak atau pecah akibat banyaknya gas karbon dioksida yang dihasilkan oleh fermentasi, fungsi menutup toples adalah agar tidak kemasukan debu / kotoran.
  • Anda dapat membuat Ragi kembali dengan menggunakan 1% dari ragi kismis yang sudah jadi.
  • Ragi kismis yang sudah jadi bisa dilihat dari kismis yang mengapung di permukaan dan ada banyak gelembung udara. Bisa disimpan dalam lemari es selama 2 minggu sebelum dijadikan bahan membuat Ragi Biang untuk pembuatan roti.
  • Ragi yang baik memiliki banyak gelembung udara dan terdengar suara pssss saat toples dibuka. Aroma ragi akan seperti tape segar dan manis, warnanya lebih gelap dan keruh karena adanya pertumbuhan mikroorganisme.
ragi biang
RAGI A (hari ke 1)
  • 100 ml cairan ragi alami dari kismis (resep di atas tadi yah)
  • 100 gr tepung terigu (aku pakai protein tinggi)
Campur semua bahan di atas, lalu tutup dan diamkan selama 18-24 jam pada suhu ruang.  Setelah adonan Ragi A mengembang 2x lipat, maka kita bisa lanjut ke tahap berikutnya, yaitu membuat RAGI B.
RAGI B (hari ke 2)
  • 100 gr Ragi A
  • 100 ml air
  • 100 gr tepung terigu(aku pakai protein tinggi)
  • 2 gr garam (1/2 sdt garam)
Campur semua bahan di atas, lalu tutup dan diamkan selama 12 jam pada suhu ruang.  Setelah adonan Ragi B mengembang 2x lipat, maka kita bisa lanjut ke tahap berikutnya, yaitu membuat RAGI C.
Oh ya pada tahap RAGI B ini, sebetulnya sudah bisa kok dijadikan RAGI BIANG untuk pembuatan roti, tapi aku orangnya suka bikin yang sempurna, maka aku berlanjut membuat RAGI C.
RAGI C
  • 100 gr Ragi B
  • 100 ml air
  • 100 gr tepung terigu(aku pakai protein tinggi)
  • 2 gr garam (1/2 sdt garam)
Campur semua bahan di atas, lalu tutup dan diamkan selama  6-8 jam pada suhu ruang.  Setelah adonan Ragi C mengembang 2x lipat, maka Ragi C sudah siap digunakan. Ragi C ini lebih aktif daripada ragi B.
note
  • Ragi biang ini bisa disimpan di lemari es selama 1 minggu.
  • Lama fermentasi tergantung suhu dan banyak faktor lain. Jika adonan sudah mengembang 2x dari ukuran semula dan terdapat gelembung udara berarti adonan telah terfermentasi.

Jumat, 03 Oktober 2014

Cara Membuat Ragi Tape Sendiri

Bahan - Bahan


150 gr tape nasi
100 gr tepung beras
50 gr gula halus


Cara Pembuatannya :

Cara Membuat:
  1. Blender tape nasi hingga halus, keluarkan tape yang sudah di blender dan masukkan kedalam mangkok.
  2. Tuangkan tepung beras sedikit demi sedikit hingga habis kedalam mangkok yang berisi tape yang sudah di blender, aduk2 hingga tercampur rata.
  3. Masukkan juga gula pasir sedikit demi sedikit hingga habis, aduk2 hingga adonan bercampur rata dan kental seperti pasta.
  4. Ambil satu sendok kecil, tuangkan diatas nampan yang bersih...lakukan hingga semua adonan dicetak bulat tipis diatas nampan. Jemur dibawah sinar matahari siang hari, jika sehari sudah terlihat kering balik permukaan ragi tape agar bagian bawahnya cepat mengering. Kira2 selama 2-3 hari akan mengering sempurna.
  5. Lakukan uji coba/percobaan kembali dengan membuat tape nasi dari ragi tape hasil eksperimen diatas. Dan hasil eksperimen akan bisa dibilang sukses bila nasi yang ditaburi ragi tape hasil percobaan diatas berhasil menjadi tape nasi setelah 3 hari perlakuan.


Catatan

- Karena ini hasil uji coba saya, dan alhamdulillah berhasil. Saya tidak menjanjikan apa2...jika ada yang ingin mencoba menguji coba juga hasil karya saya ini. Kemungkinan itu akan selalu ada, entah sukses atau bisa gagal...yang pasti tak usah kuatir dan tetap semangat untuk mencoba melakukan sesuatu yang bermanfaat.
- Uji coba saya diatas masih untuk mencoba buat tape nasi kembali, belum saya uji cobakan dalam pembuatan tape ketan dan tape singkong. Insa Allah dalam minggu2 ini ragi tape buatan saya diatas akan saya coba untuk membuat tape ketan atau tape singkong,

Kamis, 02 Oktober 2014

Banyumas Gelar Festifal Desa Wisata Tingkat Jateng

Jawa tengah akan melaksanakan Festifal Desa Wisata dengan ketentuan 
Pelaksanaan  Tanggal : 10-11 Oktober 2014
Tempat di            :  GOR Satria Purwokerta
Tema                 :  Desaku Harapanku, Keunikan Desaku adalah 
                        Sumber Inspirasiku
Acara Kegiatan       : lomba yel-yel, apresiasi seni, pameran, 
                       sarasehan, lomba paparan potensi desa 
                       wisata, dan penampilan promo film pendek 
                        potensi desa wisata serta Jamu dan 
                        Kuliner

Selasa, 30 September 2014

Pemuda Indonesia Ayo Bela Negara Pertahankan Pancasila !

Banyak Tokoh Politik dan Pemimpin Indonesia baik di daerah maupun di Pusat sudah berhaluan kiri atau komunis. Ssangat disayangkan masyarakat khususnya para generasi mudanya sangat menggandrungi dan mendukung mereka. Kita ssebagai penggerak dakwah pemuda sangat prihatin atas kondisi seperti sekarang ini, sangat memprihatinkan bahkan membahayakan,mereka sangat rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan politik mereka.. Begitu mereka masuk perangkap maka akan mudah dimanfatkan lalu akan dilempar dan difitnah kepada Islam. 

Begitu yang sering terjadi di jaman sekarang ini, maka kita sebagai penggerak dakwah pdan pendidikan pemuda sangat takut kondisi ini semakin parah.

Hari ini pada hari Kesaktian Pancasla kami mengajak kepada generasi muda untuk waspada terhadap bahaya laten komunis dan siasat busuk negara barat. Mari Pemuda Indonesia untuk membela negara Indonesia denganwaspada kepada tokoh-tokoh politik, sosial, yang mengaku pembela rakyat tapi adalah pengkhianat bangsa . Selamat Hari Kesaktian Pancasila , Mari Pemuda Indonesia Pertahankan Indonesia !

Panduan Membuat Proposal Bantuan Dana


I. LATAR BELAKANG

          Secara geografis Banjar Dinas (Nama Desa/Alamat) terletak di pesisir pantai yang lautnya memiliki beragam biota laut baik ikan hias maupun ikan konsumsi.
Mata pencaharian penduduknya banyak yang lebih terfokus pada pembudidayaan ikan hias skala rumah tangga selain juga ada yang menekuni pekerjaan lain seperti berkebun, beternak dan lainnya.
Khusus bagi masyarakat /penduduk yang menekuni bidang pembudidayaan ikan hias, satu permasalahan kerap terjadi adalah tatkala harga bibit terjun bebas sehingga perbandingan antara tenaga dan biaya operasional yang dikeluarkan sangat tidak berimbang.
Hal ini terjadi disebabkan beberapa faktor antara lain karena over produksi, faktor alam, dan faktor-faktor lainnya. Akibat dari permasalahan tersebut banyak para pekerja dan pemilik dari usaha budidaya tersebut beralih profesi bahkan eksodus ke daerah lain untuk mencari sumber penghasilan baru.
          Kelompok nelayan ( nama kelompok usaha) adalah kelompok nelayan yang dibentuk salah satunya dengan tujuan menambah income setiap anggotanya lewat penangkapan ikan konsumsi. Karena hampir semua anggotanya adalah para pekerja yang pada siang harinya berprofesi sebagai pekerja pada budidaya bibit ikan hias. Selain itu pada saat senggang atau pada saat malam hari, para anggota kelompok menangkap ikan konsumsi secara manual lewat beragam tehnik sebagai pekerjaan sampingan dengan tujuan untuk menambah pendapatan.

II. TUJUAN

          Secara singkat dapat kami paparkan tujuan dibentuknya kelompok nelayan (Nama Kelompok Usaha) Banjar Dinas (Nama Desa/Alamat) sebagai berikut :
  1. Meningkatkan hasil penangkapan ikan konsumsi, dengan tersedianya fasilitas serta alat-alat   penangkapan yang memadai
  2. Merubah pola pikir setiap anggota, dari menangkap ikan sebagai pekerjaan sambilan menjadi profesi yang menjanjikan dan menghasilkan
  3. Sebagai media informasi dan bertukar pikiran dengan terbentuknya kelompok nelayan serta dibangunnya balai kelompok nelayan yang refresentatif, dimana sebelumnya masing-masing anggota berjalan sendiri-sendiri
  4. Memupuk rasa kerja sama dan solidaritas sesama nelayan
III. KENDALA

          Dari kegiatan penangkapan ikan konsumsi yang telah maupun akan dilaksanakan, ada beberapa kendala yang dirasakan sehingga keinginan untuk lebih memaksimalkan hasil tangkapan masih jauh dari harapan.
Kendala-kendala tersebut antara lain :
  1. Tidak tersedianya fasilitas penunjang yang semestinya dimiliki antaralain : Jaring penangkap ikan, perahu viber, genset, maupun mesin dorong
  2. Tidak adanya modal untuk pengadaan fasilitas penunjang tersebut di atas, oleh karena seluruh anggota kelompok adalah masyarakat yang penghasilannya pas-pasan
IV. DAFTAR KEBUTUHAN FASILITAS KELOMPOK NELAYAN


V. PENUTUP

          Sebuah keinginan besar ingin dicapai lewat terbentuknya kelompok nelayan (Nama Kelompok Usaha) Banjar Dinas (Nama Desa/Alamat) serta dengan adanya fasilitas dan alat-alat penunjang penangkapan ikan konsumsi , yakni agar bagaimana kesejahteraan anggota kelompok khususnya serta masyarakat pada umumnya bisa meningkat.
Hal tersebut bisa terealisasi tentunya lewat bantuan dari instansi terkait maupun pihak-pihak yang peduli lewat program-program yang intensif dan berkelanjutan, yang tidak saja secara efektif melibatkan anggota kelompok nelayan dalam pelaksanaannya, tapi juga melibatkan komponen masyarakat lain yang punya misi sama, demi kemakmuran masyarakat secara luas.

Selasa, 02 September 2014

Sistematika Penulisan Jurnal dan Artikel

Sering kali dalam  kuliah kita sering mendapatkan tugas mereview Jurnal mata kuliah. Dalam mereview jurnal ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Salah satunya sistematika penulisan Review Jurnal. Dalam penulisan review jurnal ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 

Adapun Sistematika penulisan Review Jurnal adalah sebagai berikut :

1.    Cover (sampul Review Jurnal)
Format cover harus seragam baik ukuran huruf maupun tata letaknya.
2.    Kata Pengantar (1 halaman)
3.    Daftar Isi (1 halaman)
4.    Pendahuluan (1 – 2 halaman)
Pendahuluan memuat latar belakang pemilihan jurnal serta relevansinya dengan topik yang Anda minati.
5.    Ringkasan Jurnal ( 3 – 5 halaman)
a.      Meyajikan identitas jurnal seperti judul, penulis dan lembaga penulis dan lembaga yang menerbitkan jurnal
b.      Menyajikan ringkasan dari setiap bagian jurnal meliputi :
-          pendahuluan
-          kajianteori
-          metodologi penelitian
-          pembahasan
-          kesimpulandan saran
6.    Pembahasan (4 – 7 halaman)
a.    Menjelaskan relevansi antara topik jurnal dengan karya-karya dan bidang keahlian penulis
b.    Membahas pokok-pokok argumentasi penulis dalam pendahuluan
c.    Membahas pemilihan serta cakupan kajian teori
d.   Membahas metodologi penelitian yang digunakan dan relevansinya
e.    Membahas tentang kerangka berpikir penulis pada bagian pembahasan
f.     Membahas tentang kesimpulan dan saran yang diajukan penulis serta implikasinya pada penelitian berikutnya.
g.    Pembahasan bias memuat persetujuan, kritik, sanggahan, uraian penjelas serta posisi penulis journal review terhadap jurnal.
7.    Kesimpulan dan saran (1 – 2 halaman)
Saran diarahkan pada tindak lanjut dari jurnal tersebut menurut penulis journal review

Pedoman Teknik Penulisan Review Jurnal


1.    Laporan ditulis dalam kertas A4, margin 4 kanan, 4 atas, 3 kiri, 3 bawah, huruf Book Antiqua ukuran 11, dan spasi 1,5.
2.    Jarak antara judul bab dengan body bab 1,5 spasi x 3
3.    Judul bab, sub-bab, sub bab menggunakan penomoran A. 1. a. 1) dst.
4.    Penulisan rataan kanan sejajar dengan nomor judul sub bab (tidak ada menjorok)
5.    Spasi baris judul sub baba dalah 18 pt atas dan 6 pt bawah.
6.    Spasi baris judul sub-sub bab dan seterusnya adalah 12 pt atas dan 6 pt bawah.

7.    Nomor halaman menggunakan huruf arab di samping atas kecuali halaman judul bab di bawah tengah. 

AGEN PENDAFTARAN KULIAH S1 DAN S2 MUDAH DAN MURAH SERTA JASA KONSULTASI DAN KETIK SKRIPSI TESIS DAN LAPORAN PKL SISWA HUB SIMBAH WURI http://raraswurimiswandaru.blogspot.com
Ingin widget ini?